Politik Adalah Wasilah Mewujudkan Kemaslahatan

ISLAMRAMAH.CO, Politik tidak selalu menyoal kepentingan pragmatis yang sifatnya sementara dan cenderung berjangka pendek. Politik di tangan orang-orang yang tepat menjadi rahmatan lil ‘alamin, yakni memberikan kemaslahatan bagi banyak orang. Politik adalah bagian dari upaya membangun keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat. Karena itu, seorang pemimpin harus senantiasa mendasarkan kepemimpinannya pada kemaslahatan publik, sesuai kaidah dalam ushul fiqih tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslaha.

Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Fasihal Zaini mengatakan hal itu pada acara Dialog Peradaban Bangsa, Islam, dan TNI yang diselenggarakan DPP PA GMNI di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/7). Dialog itu mengusung tema ‘Siapa Melahirkan Republik Harus Berani Mengawalnya’. Menurut Helmy, siapapun yang menjadi presiden, gubernur, kepala daerah, dan sebagainya, harus mengedepankan amanah.

Sepanjang pemimpin itu memberikan kemaslahatan kepada masyarakat secara umum dan merata, maka pemimpin tersebut harus didukung. “Maka bagi NU, siapa pun yang menjadi presiden, siapa yang menjadi gubernur, siapa yang menjadi bupati sepanjang jabatan (yang dipegang) amanah, yaitu lahirnya suatu kemaslahatan bagi masyarakat, maka sepanjang itu pulalah kita mendukung,”  kata Sekjen Helmy.

Pada kesempatan itu, ia mengkapkan rasa syukurnya karena kedua tokoh Indonesia yang bersaing pada Pilpres 2019, antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto telah bertemu. Menurutnya, kedua tokoh telah menunjukkan sikap kenegarawanannya. “Beliau berdua telah memberikan investasi yang besar bagi pendidikan politik yang lebih matang ke depan sekaligus proses kebebasan politik bagi masyatakat yang akan datang,” pungkasnya.

Comments
Loading...