Medsos Bukan Ruang Untuk Menghujat

ISLAMRAMAH.CO, Perkembangan tekhnologi dan informasi begitu pesat terjadi di era ini. Dahulu, tidak mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain jika jarak antar keduanya jauh. Butuh waktu yang tak singkat agar pesan dan informasi bisa sampai kepada si penerima pesan. Namun, saat ini keadaan berbalik drastis. Siapapun bisa memberikan informasi kepada siapapun dan di manapun melalui media sosial.

Di satu sisi, media sosial bisa mendekatkan mereka yang jauh. Namun di sisi lain, medsos juga memiliki banyak paradoks, seperti munculnya sikap individualisme dan apatisme seseorang. Mereka yang berada di sekitar kita, bisa menjadi terasa jauh apabila seseorang terlampau kebablasan dalam bermedsos. Bahkan, yang lebih memprihatinkan medsos jika disalahgunakan bisa menjadi arena konflik sosial karena massifnya ujaran kebencian, fitnah dan hujatan.

Karena itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin mengajak masyarakat agar bijak dalam bermedos. Sebab, apabila tidak disikapi dengan kearifan medsos bisa menjadi ladang pertikaian antar sesama. Hal itu menurutnya bertentangan dengan tujuan medsos itu sendiri sebagai media untuk mempermudah dan mempercepat informasi dan komunikasi.

“Menjadi aneh seaneh anehnya ketika kita bersosial media justru melahirkan konflik pertentangan,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pelatihan Literasi Informasi bagi Generasi Milenial di Aston Kartika Hotel, Jalan Kyai Tapa No 101, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (24/6).

Lukman juga menambahkan bahwa tidak pantas masyarakat Indonesia yang dikenal beradab dan ramah, lalu melampiaskan hujatan dan makian di medsos. “Jadi kalau kita bersosial media menimbulkan konflik menimbulkan sengketa, apalagi lalu mencurahkan kegeraman kita, kemarahan kita memaki, menghardik, menghujat, dan seterusnya itu sesuatu yang aneh,” pungkasnya.

Comments
Loading...