Meskipun Pintar Jangan Merasa Pintar

ISLAMRAMAH.CO, Ciri orang yang pandai dan memiliki pengetahuan yang luas adalah senantiasa bersikap tawadhu (rendah hati). Orang yang memiliki kedalaman ilmu akan senantiasa merasa pengetahuan yang diperolehnya masih kurang. Semakin tinggi keilmuan seseorang, semakin merasa kurang akan ilmu yang didapatnya.

Selaras dengan hal itu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menjelaskan filosofi hidup di mana menurutnya seseorang hendaknya tidak merasa paling pintar meskipun hakikatnya memang pintar, tidak berlaku sewenang-wenang meskipun memiliki kekuasaan. “Meskipun kamu sakti, jangan suka menjatuhkan. Meskipun cepat, jangan suka mendahului. Meskipun pintar, jangan sok pintar,” kata Presiden Jokowi dalam akun resmi twitternya (26/5).

Atas pernyataan Presiden tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Bogor, KH Luqman Hakim mengomentari postingan status yang memperoleh puluhan ribu retweet dan suka dari netizen itu. Menurut Kiai Luqman, fiosofi yang dijelaskan Presiden merupakan keseimbangan hidup berbasis tasawwuf, yang terdapat di dalam kearifan budaya lokal Indonesia. “Keseimbangan sufi Jawa,” katanya.

Comments
Loading...