Radikalisme Bukan Ajaran Agama

ISLAMRAMAH.CO, Radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman bagi peradaban global. Di Timur Tengah, gerakan terorisme masih mengakar kuat pada beberapa titik di wilayah konflik. Banyak yang menengarai bahwa radikalisme erat hubungannya dengan agama. Padahal, senyatanya radikalisme tidak hanya bertentangan dengan ajaran agama, tetapi juga telah mencoreng nama agama itu sendiri. Sesungguhnya tidak ada satupun agama di dunia ini yang menganjurkan umatnya untuk melakukan tindakan teror.

Selaras dengan hal itu, Kiai Said Aqil Siroj dan Duta Besar Pakistan Abdul Salik Khan menegaskan bahwa radikalisme dan terorisme bukan ajaran agama, bahkan terorisme telah merusakan kesucian agama itu sendiri. “Radikalisme dan terorisme itu merusak nama baik Islam,” kata Kiai Said dalam pertemuan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Duta Besar Pakistan di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (6/2).

Menurut Kiai Said, paham Wahabi menjadi sumber dari meluasnya penyebaran paham-paham radikalisme di berbagai penjuru dunia. Hal itu karena paham Wahabisme dengan mudah menuduh kelompok lain sebagai sesat, murtad, dan kafir. Sikap semacam itu membuat klaim kebenaran hanya pada pihaknya. “Wahabi menganggap Maulid Nabi bid’ah, haul bid’ah,” tambahnya.

Sementara Dubes Pakistan mengatakan, semua pihak harus pahak bahwa terorisme dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak paham akan ajaran agama. Tidak ada satupun agama yang menganjurkan umatnya untuk melakukan tindakan perusakan. “Semua orang harus mengerti bahwa orang-orang yang terlibat dalam terorisme dan radikalisme adalah orang-orang yang salah dalam memahami ajaran Islam. Radikalisme dan terorisme bukan yang diajarkan oleh Islam,” katanya.

Comments
Loading...