Zakat Menguatkan Solidaritas Sosial

ISLAMRAMAH.CO, Zakat merupakan salah satu rukun dalam agama Islam. Setiap umat Islam diwajibkan untuk berzakat, yakni memberikan sebagian rezekinya kepada orang-orang yang berhak mendapatkannya, seperti orang-orang fakir miskin dan kurang mampu. Melalui zakat diharapkan segala kotoran yang ada di dalam penghasilan dapat bersih dan suci, ibarat kertas yang tak pernah tertulis oleh tinta. Zakat adalah simbol pembersihan harta duniawi dari segala kotoran yang pernah menempel di dalamnya.

Di samping itu, zakat juga merupakan simbol dari solidaritas sosial seorang Muslim. Zakat adalah cerminan dari sikap hablum minannas (hubungan kepada sesama manusia) dengan saling mengisi dan memberi kepada mereka yang kurang mampu. Bahwa begitu banyak orang-orang yang tidak pernah merasakan apa yang dirasakan orang lain. Karena itu, bagi seorang Muslim, zakat tidak boleh tidak menjadi bagian dari kehidupannya. Sebab, zakat adalah rukun dari agama Islam. Apabila seorang Muslim tidak memenuhi kewajiban zakatnya, secara otomatis seorang itu belum sempurna menunaikan agama Islam.

Dalam kaitannya dengan itu, menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini, zakat adalah simbol soliditas sosial. Zakat tidak hanya sebagai kewajiban agama Islam kepada umatnya, tetapi melalui zakat kebersamaan antar umat manusia bisa terjalin secara harmoni.

“Melalui zakat akan terbangun solidaritas sosial, bagaimana kita menumbahkan rasa kebersamaan dan bisa membuat gerakan yang berjamaah dari pusat hingga anak ranting,” tegasnya saat memberikan pengantar Rakornas NU Care-LAZISNU di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Yogyakarta, Jumat (15/2).

Comments
Loading...