Sarjana NU Agen Islam Moderat Indonesia

ISLAMRAMAH.CO, Perkembangan Islam Indonesia tidak bisa lepas dari peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan Islam terbesar di Tanah Air. Tidak bisa dimungkiri, NU telah menjadi bagian dari keberislaman masyarakat Indonesia itu sendiri. Pasalnya, separuh dari umat Islam Indonesia memiliki afiliasi dengan struktur atau partisipan dari organisasi NU itu sendiri. Sebagian yang lain memiliki kultur dan corak keberagamaan yang sama dengan tradisi keagaman NU. Ringkasnya, NU adalah cerminan umat Islam Indonesia, bahkan cerminan dari esensi ajaran Islam itu sendiri.

Sebagaimana jamak diketahui, umat Islam Indonesia adalah umat Islam yang sangat meghormati para ulama dan para kiai. Di samping itu, umat Islam Indonesia juga memiliki tradisi berziarah kubur, membaca shalawat, barzanji, slametan, halalbihalal, manaqiban dan sebagainya. Kultur ini sudah melekat dan menjadi jati diri dari umat Islam Indonesia itu sendiri.

Saat ini NU telah banyak melahirkan kader-kader intelektualnya baik yang telah berhasil meraih gelar sarjana dari kampus yang berada di dunia Barat maupun pendidikan ala Timur. Kontribusi dan peran para sarjana NU dinilai akan berdampak besar, sebab mereka akan menjadi agen Islam moderat di Indonesia. Melalui pergerakan para sarjana NU, Islam moderat di Indonesia akan senantiasa mempunyai keseimbangan untuk tidak terjebak pada pemikiran yang ekstrem kanan maupun ekstrem kiri.

Selaras dengan hal itu, menurut Ketua STAINU Temanggung, NU adalah organisasi yang tidak terjebak pada pemikiran dan tindakan yang ekstrem, baik kanan maupun kiri. Maka, para generasi penerus NU semestinya juga menjaga tradisi nilai-nilai moderatisme yang berada dalam tubuh NU. “Tidak terlalu ekstrem, tidak terlalu konservatif, sarjana NU harus berada di tengah-tengah dan moderat,” ujarnya saat menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana (S1) angkatan XXIV tahun 2019 di kampus setempat pada Selasa (12/2).

Comments
Loading...