ISLAMRAMAH.CO, Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia, situasi dan kondisi media sosial makin panas dengan berbagai intrik dan manuver masing-masing pendukung. Tak jarang kabar bohong (hoaks) bisa ditemui dengan mudah di media sosial. Masing-masing pendukung kerapkali saling menebar permusuhan sehingga yang ada adalah ketidakharmonisan antar pendukung.

Menyikapi hal tersebut, KH Sholahuddin Wahid menyarankan agar tidak perlu ikut terlibat debat kusir tentang politik nasional. Masyarakat diajak untuk meneduhkan situasi yang makin panas. Minimal tidak ikut menyebarkan kabar bohong yang mudah ditemui di media sosial. “Kalau kita melihat atau membaca kabar hoaks murahan tidak usah ikut menyebarkan,” kata Gus Sholah saat menjadi narasumber dalam seminar nasional pemilu damai di Pesantren Tebuireng, Selasa (12/12).

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang itu mengingatkan agar tidak mudah merespon informasi yang terdapat di media sosial. Masyarakat diminta untuk memverifikasi kebenaran suatu informasi sebelum mersponnya.

“Kalau mau mengklarifikasi kabar hoaks atau pesan negatif di media sosial jangan tergesa-gesa, tapi tenangkan hati dan pikiran dulu. Lalu baru mengklarifikasi kabar tersebut dengan bahasa positif tidak menghina, merendahkan, menghargai pendapat orang lain dan tidak memprovokasi,” katanya.

Menurut Gus Sholah, masyarakat harus cerdas mencerna informasi dengan melihat validitas data dan  kebenarannya. Jangan sampai karena informasi itu sedang panas kemudian dianggap sebagai kebenaran. “Cara menghentikan kegaduhan ini, kita harus memaparkan dan menyebarluaskan argumen secara logis dibarengi data-data yang akurat dan terpercaya serta sesuai dengan fakta,” tegas Gus Sholah.

%d blogger menyukai ini: