Ngaji Maraqi Al-‘Ubudiyah: Menjaga Lisan (Bagian 3)

ISLAMRAMAH.CO, Ibrahim al-Atki berkata dalam syairnya: Mereka berkata, diammu tidak ada manfaatnya, maka aku kataakan kepada mereka, apa yang ditakdirkan Allah, akan datang padaku tanpa jerih payah, andaikata perkataan yang kuucapkan terbuat dari perak, maka diamku terbuat dari emas.

Seorang ulama berkata, “Dalam diam terdapat 7000 kebaikan. Seluruhnya terkumpul dalam tujuh ungkapan yang mengandung seribu kebaikan, yaitu: pertama, diam adalah ibadah tanpa jerih payah; kedua, keindahan tanpa perhiasan; ketiga, wibawa tanpa kekuasaan; keempat, benteng tanpa penjaga; kelima, tidak perlu mengajukan alasan kepada manusia; keenam, mengistirahatkan para malaikat dari menulis catatan amal manusia; ketujuh, menutupi aib dan kekurangan karena diam adalah perhiasan orang alim sekaligus menutupi kekurangan orang bodoh.”

Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa tiga perkara yang membuat hati menjadi keras, yaitu tertawa tanpa sesuatu yang mengherankan, makan tanpa rasa lapar, dan bicara tanpa ada keperluan. Karena itu, jagalah lisanmu dari delapan perkara, yaitu: berdusta, ingkar janji, ghibah (menggunjing), perdebatan dan saling berbantahan dengan mencela dan mendustakan pendapat orang lain, memuji kesucian diri sendiri, melaknat, berdoa untuk kebinasaan orang lain, dan menghina orang lain.

Comments
Loading...