Radikalisme Lahir Dari Pemahaman Keagamaan Yang Dangkal

ISLAMRAMAH.CO, Radikalisme lahir dari pemahaman keagamaan yang dangkal karena agama tidak mungkin dipahami melalui pemahaman yang setengah-setengah, apalagi hanya di permukaan saja, tetapi harus dipamahi melalui pengetahuan yang komprehensif. Pemahaman keagamaan yang dangkal tidak hanya mengaburkan nilai-nilai Islam, tetapi juga memicu timbulnya radikalisme di dalam agama. Maka dari itu, mempelajari Islam hendaknya melalui jalan pemahaman ulama-ulama mu’tabarah atau para kiai-kiai yang memiliki keilmuan Islam yang mendalam di banyak pesantren di Indonesia.

Pesan itulah yang diungkapkan Menteri Agama Republik Indonenesia, Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Perkemahan Rohis Siswa SMA/SMK Tingkat Nasional III Tahun 2018 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Bumi, Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 5-10 November 2018. Menag menegaskan, pemahaman agama Islam yang parsial dan dangkal bisa memicu radikalisme dalam beragama.

Menag mengatakan bahwa sebenarnya mudah untuk mendeteksi radikalisme dalam agama, yaitu ketika seseorang mudah menyalahkan pemahaman kelompok lain yang berbeda dan kerap mengkafirkan atau menyesatkan. Menurutnya, apabila ada tokoh agama berbicara Islam namun dalam keadaan yang sama ia merendahkan kemanusiaan, maka ia bertentangan dengan norma agama Islam.

“Ketika ada yang menjelaskan Islam tapi isinya merendahkan kemanusiaan, maka sesungguhnya itu bertolak belakang dengan esensi Islam,” kata putera almarhum Prof Dr KH Saifuddin Zuhri itu.

Lukman pun mengajak masyarakat agar senantiasa menebar kebaikan dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap mulia itu tak harus ditujukan kepada kelompok atau golongan tertentu saja, tetapi harus disebarkan kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini. “Maka dari itu, tebarkan kedamaian di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.