ISLAMRAMAH.CO, Situasi dan kondisi sosial perpolitikan di Tanah Air semakin hari makin memanas karena Pemilihan Umum kian mendekat. Hal itu wajar karena suasana kampanye kerapkali menimbulkan perbedaan pandangan politik di kalangan masyarakat sehingga memunculkan situasi yang kurang kondusif. Namun demikian, meskipun perpolitikan Tanah Air makin memanas, masyarakat diminta untuk tetap memperkokoh persatuan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Ijtihad untuk terus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa adalah dengan menegaskan bahwa Pancasila telah final sebagai ideologi bangsa. Melalui Pancasila, penduduk Indonesia yang beragam bahasa, agama, budaya, bahkan tradisi yang bermacam-macam bisa bersatu padu menjadi bangsa dan negara yang satu, yakni bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang bersatu karena perbedaan, dan bukan bangsa dengan keseragaman.

Selaras dengan cita-cita itu, dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, melakukan pertemuan bersama di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/10) untuk meneguhkan kebangsaan di tengah situasi politik yang kurang kondusif. Pertemuan itu menghasilkan empat poin bersama akan pentingnya kedaulatan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Menurut NU dan Muhammadiyah, untuk menjaga keutuhan NKRI, masyarakat harus meneguhkan bahwa Pancasila merupakan bentuk sistem kenegaraan yang paling islami dan sangat sesuai dengan cita-cita Islam. “NU-Muhammadiyah berkomitmen kuat menegakkan keutuhan dan kedalaulatan NKRI yang berdasarkan atas Pancasila sebagai bentuk dan sistem kenegaraan yang islami,” tulis salah satu poin dalam pernyataan itu.

NU dan Muhammadiyah juga menegaskan, bahwa kebersamaan bagi seluruh elemen bangsa merupakan kunci untuk menjadikan bangsa Indonesia senantiasa damai dan tetap menjaga persatuan. “Bersama dengan itu menguatkan dan memperluas kebersamaan dengan seluruh komponen bangsa dalam meneguhkan integritas nasional dalam suasana yang damai, persaudaraan, dan saling berbagi untuk persatuan dan kemajuan bangsa,” demikian salah satu poin dalam empat poin pernyataan bersama itu.

%d blogger menyukai ini: