ISLAMRAMAH.CO, Islam merupakan agama yang menganjurkan umatnya untuk menjauhi sikap amarah. Sebab, sikap itu merupakan perbuatan syetan yang membuat akal pikiran menjadi kotor dan sulit untuk berpikir jernih. Setiap persoalan yang disikapi dengan pikiran dan tindakan marah, tidak akan pernah bisa menemukan titik solusinya. Sebaliknya, persoalan-persoalan yang diselesaikan dengan pikiran jernih dan hati yang lapang, niscaya bisa diselesaikan dengan baik.

Amarah bisa lahir dari banyak faktor, salah satunya melalui pikiran yang kotor dan mudah suudzon (berprasangka buruk) terhadap orang lain. Di samping itu, sikap tercela itu lahir dari ketidakmampuan seseorang untuk mengendalikan hati nurani dan konsekuensi yang bisa ditimbulkan oleh sikap marah. Maka dari itu, Islam sangat menekankan pentinganya pengendalian diri dan menjauhi sikap-sikap yang bisa merusak manusia menjadi makhluk yang tidak bermoral.

Selaras dengan itu, Kiai Husein Muhammad memberi pesan agar masyarakat menjauhi sikap marah. Apabila kita menemui orang yang sedang marah, maka sebaiknya kita meninggalkan berdebat dengan orang itu. Karena sebaik apapun argumentasi yang kita sampaikanpasti akan ditolak oleh orang yang sedang marah.

Kiai asal Cirebon itu juga menegaskan, tidak akan ada pikiran yang jernih bagi siapapun yang sedang diselimuti sikap marah. “Tinggalkan berdialog dengan orang yang sedang marah. Pada orang yang sedang marah kau tak akan menemukan pikiran yang jernih,” tulis Kiai Husein Muhammad dalam akun twitternya, (25/10).

%d blogger menyukai ini: