ISLAMRAMAH.CO, Kalimat tauhid harus senantiasa terpatri dalam jiwa dan sanubari setiap umat Islam. Hal itu untuk meneguhkan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah. Meskipun demikian, kalimat tauhid tak perlu ditulis di bendera karena tanpa dikibarkan melalui bendera pun, kalimat tauhid akan tetap agung dan tinggi. Maka dari itu, kalimat tauhid harus mempersatukan ummat, dan bukan justru digunakan sebagai identitas kelompok tertentu untuk memonopoli kebenaran.

Pesan itulah yang disampaikan Ketua Umum Pagar Nusa, M Nabil Haroen atau akrab disapa Gus Nabil menyikapi polemik pembakaran bendera HTI yang ramai direspon publik mutakhir ini. Menurutnya, kalimat tauhid harus menjadi pemersatu umat, bukan justru sebaliknya menjadi alat kelompok tertentu untuk memecah-belah.

“Kalimat tauhid tidak sepatutnya digunakan jadi alat pemecah belah bangsa. Salah satu kalimat thayyibah tersebut justru seharusnya jadi alat pemersatu. Karena selain sebaik-baik dzikir, kalimat tauhid secara substansi juga berisi pengakuan kita bersama atas keesaan Allah,” kata M Nabil Haroen, di Jakarta, Selasa (23/10).

Gus Nabil menghimbau masyarakat agar jangan sampai dikelabuhi oleh HTI yang kerapkali membawa bendera Tauhid. Menurutnya, masyarakat harus membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Tauhid itu benar sedangkan HTI itu kebatilan. Maka dari itu menolak HTI sebenarnya merupakan upaya untuk mencegah kebatilan demi menjaga kesatuan dan persatuan NKRI.

“Bendera HTI adalah bathil, sedangkan kalimat tauhid adalah haq. Penghormatan terhadap yang haq tidak pernah berkurang sedikitpun, tetapi penindakan kepada yang bathil (bendera HTI) adalah bagian pelaksanaan cinta Tanah Air dan bangsa,” jelas Gus Nabil.

Gus Nabil juga meminta semua pihak untuk mengakhiri polemik pembakaran bendera HTI, sebab kalimat tauhid tidak sepatutnya dijadikan alat untuk memecah belah. “Oleh karena itu kami berharap, polemik soal ini segera dihentikan. Sebab, sekali lagi perlu kami tegaskan, kalimat tauhid tidak sepatutnya digunakan untuk memecah-belah bangsa,” tegasnya.

%d blogger menyukai ini: