ISLAMRAMAH.CO, Perkembangan teknologi mutakhir yang makin canggih menjadikan tantangan keberagamaan umat Islam lebih kompleks. Bagaimana tidak, konten-konten keislaman yang mengarah pada narasi kebencian bisa dengan mudah ditemui di media sosial. Topik-topik seputar keislaman yang kaku dan cenderung memonopoli kebenaran kini marak ditemukan di media sosial.

Maka dari itu, santri sebagai Muslim milenial yang mewarisi paham Islam moderat harus menguasai dunia digital. Jika tidak, kelompok yang menyandera Islam dengan narasi kebencian, diskriminasi, dan klaim sepihak bisa menjadikan wajah Islam buruk di mata global. Narasi keislaman yang ramah, moderat dan toleran bisa menjadi alternatif agar wajah Islam tetap sejuk, terutama di media sosial.

Selaras dengan hal itu, KH Ma’ruf Amin meminta para santri untuk bisa menguasai dunia digital. Hal itu penting karena untuk merespon tantangan global saat ini diperlukan keahalian yang memadai dalam dunia digital. “Harus menguasai digital untuk menghadapi tantangan global. Termasuk belajar ilmu siasat ekonomi dan kebudayaan,” jelas Kiai Ma’ruf sebagaimana dilansir NU.Online, Rabu (24/10).

Kiai yang juga mantan Rais Syuriah PBNU itu menambahkan, santri harus menjadi duta perdamaian di media sosial. Santri tidak hanya harus bisa membaca Al-Quran dan membaca kitab kuning saja, tetapi juga menguasai dunia digital untuk menangkal narasi kebencian dan kabar bohong (hoaks) yang bisa dengan mudah ditemui di media sosial.

“Santri sekarang juga harus melengkapi diri melawan isu-isu yang ada agar dapat menangkap berita dan hoaks. Jadi, tidak hanya mampu membaca Al-Quran dan menulis serta membaca kitab kuning,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: