ISLAMRAMAH.CO, Upaya provokasi pengibaran bendera HTI di Garut, Jawa Barat, Minggu (21/10) menimbulkan polemik di kalangan masyarakat. Pasalnya, Banser merespon provokasi itu dengan membakar bendera HTI. Akibat kejadian itu, sejumlah kecaman dan komentar negatif berdatangan kepada Badan Otonom NU itu. Bahkan, muncul petisi online untuk mendukung pembubaran Banser.

Menyikapi hal itu, intelektual muda Nahdlatul Ulama, Zuhairi Misrawi atau akrab disapa Gus Mis menjelaskan, sebenarnya Banser ingin menegakkan kalimat tauhid agar tidak dimonopoli oleh Hizbut Tahrir. Banser yang umumnya merupakan kalangan santri merupakan kelompok yang senantiasa meninggikan kalimat tauhid, karena dalam tradisi pesantren, membacakan kalimat tauhid seperti dalam pembacaan tahlil merupakan identitas kalangan Nahdlatul Ulama sendiri.

“Banser selalu menegakkan kalimat Tauhid dan menjaga NKRI. Itu poinnya. Sebab itu, yang dilakukan Banser di Garut adalah membakar bendera HTI dan tidak ada niat sedikitpun untuk menodai kalimat tauhid. Apalagi, Banser tumbuh di dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, yang sangat menjunjung tinggi tauhid,” tulis intelektual alumni Universitas Al-Azhar, Kairo itu dalam akun Facebooknya, Rabu (24/10).

Sebagaimana diketahui, pengibaran dan pemasangan bendera HTI di tempat apel Hari Santri Nasional 2018 tak hanya terjadi di Garut, tetapi terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Barat, seperti Sumedang, Ciamis, Banjar, Bandung, Tasikmalaya, dan lain-lain.

%d blogger menyukai ini: