ISLAMRAMAH.CO, Kasus kematian wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, menjadi mimpi buruk bagi pemerintahan Arab Saudi. Pasalnya, sejak hilang dua minggu lalu, setelah memasuki konsulat Arab Saudi untuk mendapatkan dokumen pernikahannya, kini kasus itu terungkap sebagai pembunuhan setelah melihat hasil investigasi Turki terhadap tragedi tersebut.

Menyikapi hal itu, intelektual muda Nahdlatul Ulama, Zuhairi Misrawi menyebut kasus itu sebagai tragedi yang spektakuler. Pasalnya, bagaimana mungkin seorang warga negara dibunuh secara sporadis di kantor konsulat negaranya sendiri yang berada di negara lain. Negara seharusnya memberikan pelayan terbaik bagi warganya, dan bukan justru memberikan petaka buruk, tak tanggung-tanggung nyawa dipertaruhkan.

“Kasus ini termasuk kasus spektakuler karena seorang warga negara dibunuh di kantor konsulat yang berada di negara lain. Kantor konsulat di manapun mestinya memberikan pelayanan terbaik kepada warganya, tetapi yang terjadi kepada Khasgoggi justru sebaliknya: petaka!,” tulis Gus Mis dalam kolom opininya di Harian Kompas, Sabtu (20/10).

Menurut Zuhairi yang juga akrab disapa Gus Mis itu, Khashoggi adalah patriot bagi siapapun yang menyanjung tinggi kebebasan berpendapat. Khasoggi meninggal untuk lahirnya kebebasan di Arab Saudi. Kasus itu juga membuka mata dunia bahwa kebebasan merupakan keniscayaan. Pemerintahan yang otoriter harus membayar dosa-dosa yang telah dilakukan kepada warganya.

“Khashoggi adalah martir dan seorang patriot. Ia meninggal untuk lahirnya kebebasan di Arab Saudi. Seorang tiran harus membayar atas dosa-dosa yang sudah dilakukan kepada warganya. Dan Khashoggi telah menjadi lilin bagi kebebasan dan perlunya melawan kaum tiran itu,” jelas pakar pemikiran Timur Tengah itu.

%d blogger menyukai ini: