ISLAMRAMAH.CO, Apabila engkau hendak berpakaian, niatkanlah untuk mematuhi ketetapan Allah berkenaan dengan perintah menutup aurat. Waspadalah, jangan sampai berpakaian untuk riya’ sehingga engkau celaka.

Imam Al-Ghazali berpendapat, jika engkau mengenakan pakaian, sandal, atau busana tertentu sehingga orang lain menghargaimu; atau agar engkau dicintai para ulama dan penguasa dengan tujuan menegakkan kebenaran, mengajarkan ilmu, menyeru umat manusia untuk beribadah, bukan semata-mata agar dirimu diagungkan dan dimuliakan, atau agar engkau memperoleh keuntungan duniawi, maka hal itu merupakan tujuan yang terpuji. Perbuatanmu termasuk dalam kategori amalan akhirat karena dilandasi niat yang benar tanpa dicampuri unsur riya, dan hakikat yang dituju untuk kepentingan akhirat.

Sebagian ulama mengatakan, pada zaman sekarang sudah selayaknya para ulama dan penuntut ilmu memakai pakaian yang lebih bagus daripada orang-orang yang tidak berilmu. Dengan mengenakan serban yang lebih tebal dan baju yang lebih longgar akan melambangkan keagungan ilmu dan para ulama. Imam Abu Hanifah berkata kepada para muridnya, “Tebalkanlah serban di kepalamu dan longgarkanlah bajumu agar orang tidak meremehkan ilmu dan para ulama.

Dalam hadis yang diriwayatkan Sa’id bin Malik bin Sinan dikatakan, apabila Rasulullah Saw mengenakan baju, selendang atau serban, beliau mengucapkan: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan busana ini dan kebaikan apa saja yang ada padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan busana ini dan keburukan apa saja yang ada padanya.”

Dalam riwayat Mu’adz bin Anas juga disebutkan, Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang mengenakan baju baru maka ucapkanlah: (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini dan menganugerahkannya sebagai rezeki atas diriku tanpa ada daya dan kekuatan dariku), maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.”

%d blogger menyukai ini: