ISLAMRAMAH.CO, Berita bohong (hoaks) merupakan perilaku keji yang dikecam oleh agama Islam. Betapa tidak, perilaku tercela ini bisa memiliki banyak dampak buruk bagi pembuat atau penyebarnya, atau bahkan bagi orang lain. Hal itu karena hoaks merupakan sumber kebencian, permusuhan dan penyulut konflik bagi setiap masyarakat. Bahkan dalam agama Islam ditegaskan, fitnah (hoaks) lebih kejam dari pembunuhan.

Betapa tegas agama Islam terhadap perbuatan dan penyebaran hoaks, karena perbuatan itu menimbulkan dampak buruk terhadap orang banyak. Selaras dengan hal itu, Kiai Husein Muhammad menegaskan bahwa hoaks bisa menyulut api fitnah. Siapapun yang pernah melakukan perbuatan hoaks, maka selanjutnya ia tidak akan bisa dipercaya lagi, sekalipun apa yang ia katakan merupakan kebenaran.

“Hoaks itu salah satu perilaku tercela. Ia bisa menyulut api fitnah, permusuhan dan kebencian di tengah-tengah masyarakat. Maka jangan lakukan hoaks. Pendusta tidak akan dipercaya, meskipun dia mengatakan kebenaran,” tulis Kiai Husein Muhammad melalui akun twitternya (3/10).

Kiai asal Cirebon itu menambahkan, hoaks biasanya dikemas melalui kemasan yang menarik dan dramatis sehingga seolah-olah memang benar dan membuat orang lain percaya. Bahkan hoaks bisa dikemas melalui bantuan tekhnologi yang canggih. Namun demikian, Kiai Husein meyakini, sepandai-pandainya seseorang membuat hoaks, ia akan terungkap juga dan kebenaran akan menemukan jalannya.

“Kebohongan (hoaks) yang diformat dengan kemasan yang menarik dan direkayasa dengan tekhnologi media yang canggih bisa berubah menjadi kebenaran, dan dipercaya sebagai benar adanya. Tapi, sepandai-pandainya membungkus bangkai, pasti akan tercium juga, cepat atau lambat,” ujarnya.

%d blogger menyukai ini: