ISLAMRAMAH.CO, Pendidikan toleransi kepada anak-anak bangsa hendaknya menjadi nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini. Hal itu penting, karena pendidikan sejak dini memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan paradigma seseorang hingga dewasa. Apabila pendidikan toleransi tidak ditanamkan sejak dini, maka besar kemungkinan akan menjadi masalah ke depan karena bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman luar biasa sehingga meniscayakan sikap toleransi di antara masyarakatnya.

Menurut Nyai Shinta Nuriyah Wahid, Istri mendiang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sudah saatnya sekolah-sekolah dini kembali mengajarkan pendidikan moral dan kerukunan kepada anak-anak didiknya. Hal itu penting, karena dalam banyak penelitian ilmiah terakhir, munculnya sikap intoleransi justru banyak berkembang di sekolah-sekolah.

“Sudah saatnya pelajaran moral, toleransi dan kerukunan dikembalikan ke sekolah agar anak-anak kembali belajar tentang nilai-nilai tersebut,” katanya dalam ceramahnya yang diunggah di Youtube di depan ratusan masyarakat yang berkumpul di Masjid Roudlotul Jannah, Kranggan, Temanggung.

Tokoh yang masuk dalam daftar perempuan paling berpengaruh di dunia tersebut merasa prihatin dengan maraknya sikap intoleransi di banyak sekolah, mengingat sekolah yang semestinya menjadi lumbung masa depan bangsa, justru menjadi pusat sikap intoleransi.

Menurut Nyai Shinta, anak-anak didik hendaknya tidak hanya diharapkan menjadi pribadi yang pintar semata, melainkan juga memiliki kepribadian yang toleran dan bermoral luhur. Melalui pendidikan yang toleran, gerakan kelompok radikal akan sulit untuk mengajak anak-anak untuk terlibat melakukan aksi kekerasan.

“Jika hanya disuruh belajar dan mengikuti berbagai les saja memang anak-anak pintar dalam pelajaran. Namun, mereka akan mudah diajak untuk terlibat dalam kegiatan yang membahayakan dan disisipi paham radikal. Mereka juga mudah digerakkan untuk melakukan kekerasan,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: