ISLAMRAMAH.CO, Pada tahun 2019 Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi berupa pemilihan umum serentak, yakni Pemilihan Presiden sekaligus Pemilihan legislatif.  Meskipun demikian, masa kampanye akan dimulai pada akhir bulan ini. Masyarakat diminta untuk bersikap toleran terhadap mereka yang memiliki pilihan politik berbeda. Jangan sampai persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa terganggu karena beda pilihan politik.

Pesan itulah yang disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/9). Di hadapan sekitar 400 biksu, biksuni, dan pengurus majelis-majelis agama Budha, Presiden menyatakan, jangan sampai Pemilu 2019 membuat silaturrahim antar masyarakat putus. “Tak semestinya pesta demokrasi pada Pemilu 2019 mendatang, yang lima tahun sekali, menyebabkan silaturrahim putus,” jelasnya.

Presiden Jokowi mencontohkan spirit persatuan saat penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Menurut Presiden, ajang olahraga itu tidak mempermasalahkan perbedaan ras, suku, golongan, bahkan agama. Semua bersatu padu menggapai prestasi demi Indonesia. Melalui persatuan dan kesatuan yang solid itu, Indonesia berhasil mencapai prestasi yang membanggakan.

“Ketika nonton badminton, kita enggak mikir agama (atletnya) apa. Atlet pencak silat dan panjat tebing dari provinsi mana, pulau mana, enggak di pikiran. Saat itu kita hanya memikirkan satu, kita ini Indonesia. Dan akhirnya, dapat 31 emas dan ranking empat besar,” tutur Presiden disambut tepuk tangan.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak semua elemen masyarakat terus merawat persatuan dan kesatuan, kerukunan, serta persaudaraan. Tak semestinya pesta demokrasi pada Pemilu 2019 mendatang, yang lima tahun sekali, menyebabkan silaturrahim putus. Sambil berseloroh, Presiden menyinggung pasca pemilu 2014 masih ada yang tak menyapa akibat perbedaan pilihan.

%d blogger menyukai ini: