ISLAMRAMAH.CO, Pesantren merupakan pusat pendidikan agama Islam di Indonesia yang telah melahirkan jutaan intelektual muslim yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan dunia. Muslim terpelajar lulusan pesantren, disamping memiliki keilmuan Islam yang komprehensif, juga dikenal sebagai muslim yang moderat, ramah, dan terbuka terhadap perbedaan. Selain itu, Muslim produk pendidikan pesantren juga mampu beradaptasi dengan dunia modernitas tanpa meninggalkan tradisi dan nilai-nilai yang luhur.

Ciri khas dan karakteristik santri (muslim terpelajar pesantren) yang moderat ini ditengarai karena dalam dunia pesantren, dikenal adagium al-muhafadatu ‘alal qadim al-shalih, wal ahdu bil jadid al-ashlah (menjaga nilai-nilai lama yang baik, dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik). Melalui paradigma ini, santri tidak hanya mampu mempertahankan tradisi-tradisi luhur yang baik, melainkan juga mampu menjadi pionir gerakan muslim progresif dan inovatif.

Selaras dengan hal itu, menurut Kiai Ma’ruf Amin, paradigma itu tidak cukup untuk menghadapi perkembangan dunia mutakhir. Harus ada komitmen untuk melakukan perubahan, karena sebuah kemajuan itu meniscayakan perubahan. Oleh karena itu, menurut Kiai Ma’ruf, adagium itu perlu ditambah menjadi suatu komitmen dan cita-cita kehidupan yang lebih baik dan terus menerus berlanjut mengikuti perkembangan jaman.

“Tidak cukup dua adagium itu, mesti ditambah satu lagi, al-ishlah ila ma huwal ashla tsumma al-ashlah fa al-ashla (melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, yang lebih baik, dan yang lebih baik secara berkelanjutan tanpa henti),” jelas Kiai Ma’ruf saat memberikan ceramah kebangsaan pada Pekan Orientasi Calon Anggota Legislatif Partai Nasdem.

%d blogger menyukai ini: