ISLAMRAMAH.CO, Jika engkau bertanya, “Apakah makna Bidayah al-Hidayah yang engkau kemukakan sebelumnya agar aku dapat menerapkannya pada nafsuku, sebelumnya agar aku dapat menerapkannya pada nafsuku, apakah ia mau menerima atau menolaknya?” Maka, aku katakan padamu, “Ketahuilah wahai penanya yang menghendaki kebaikan, permulaan (bidayah) dari hidayah adalah ketakwaan secara lahir, sedangkan puncaknya adalah ketakwaan secara batin.

Karena itu, tidak ada keberuntungan yang hakiki bagi umat manusia melainkan dengan takwa, dan tidak akan mendapat petunjuk (hidayah) melainkan al-muttaqin, yakni orang-orang yang menyandangkan sifat takwa. Takwa berarti menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan segala laranganNya. Disebut demikian karena takwa menjaga dan melindungi manusia dari kehancuran dunia dan akhirat.

Kedua unsur tersebut –menjalankan perintah dan meninggalkan segala larangan Allah- terdiri atas dua bagian. Perhatikanlah, aku akan menguraikan tentang aspek lahir takwa yang mencakup kedua unsur di atas melalui beberapa kalimat singkat yang terdiri atas tiga bagian; adab menjalankan ketaatan, adab meninggalkan perbuatan maksiat, dan adab shubhah (pergaulan). Dengan demikian, kitab ini mencakup segala persoalan mengenai adab permulaan pada Sang Khaliq dan sesama makhluk.

Kepada Allah-lah aku memohon pertolongan demi melaksanakan kebajikan dan meninggalkan kemungkaran.

%d blogger menyukai ini: