ISLAMRAMAH.CO, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri atau Gus Mus memaparkan pentingnya memiliki sikap optimis dan menghindari sikap pesimisme seperti merasa takut dan susah. Gus Mus mengajak masyarakat untuk berpikir jernih, memiliki sikap optimis dan senantiasa istiqamah.

Paparan itu ia sampaikan dalam Pengajian Umum pada Haul Mbah Muhammad Arif yang dilaksanakan di Masjid Jami Muhammad Arif Dukuh Sendang Sari, Jepara, Rabu (12/9). Menurut Gus Mus, tidak perlu khawatir dan merasa takut terhadap problem-problem kehidupan. Yang harus ditakuti adalah sikap yang bisa menjauhkan diri dari Allah Swt.

Wala takhafu wala tahzanu, jangan takut dan jangan susah,” ujar Gus Mus kepada ratusan jamaah yang memadati lokasi pengajian.

Kiai yang juga dikenal sebagai budayawan itu menambahkan, contoh paling nyata mutakhir ini adalah isu-isu yang dimunculkan oleh para politisi sehingga membuat takut dan khawatir masyarakat. Isu-isu itu seperti Indonesia akan bubar, ekonomi terpuruk, dolar naik dan sebagainya. “Susah dengan Dollar naik berarti bukan wali,” seloroh Gus Mus sembari disambut tawa hadirin.

Dalam pandangan Gus Mus, para politisi kini makin sulit untuk dipercaya. Dinamika politik semakin panas dan makin tidak beradab. “Politisi-politisi kok semakin menjadi-jadi. Tahun politik kok semakin seperti ini keadaannya,” ungkapnya.

Gus Mus juga memberi pesan agar tidak menuhankan apa-apa selain Allah. Di manapun dan kapanpun berada seorang muslim harus tetap menuhankan Allah, dan bukan selainNya. “Di Semarang, Jakarta, dan Singapura harus khuyuk. Di Masjid Tuhannya Gusti Allah. Di pasar juga Allah Tuhannya, bukan untung,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: