ISLAMRAMAH.CO, Indonesia merupakan bangsa besar yang memiliki potensi besar untuk menjadi rujukan keberislaman sekaligus penyelenggaraan demokrasi di dunia. Betapa tidak, Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa, budaya dan tradisi adat istiadat yang berbeda-beda, tetapi tetap bersatu padu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Bahkan Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam yang moderat, toleran dan ramah.

Meskipun demikian, tak bisa dimungkiri, masih ada sebagian masyarakat yang masih memperdebatkan soal ideologi. Tak ayal pula muncul konflik karena masih memperdebatkan suatu hal yang sebenarnya sudah tidak relevan diperdebatkan.

Menurut Kiai Ma’ruf Amin, perdebatan tentang Islam dan Pancasila, Islam dan kebangsaan sudah tidak relevan, karena sejatinya aspek kebangsaan merupakan kandungan dari ajaran Islam. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus meninggalkan perdebatan yang tidak produktif dan memulai membahas hal-hal yang progresif seperti kesejahteraan dan kemajuan bangsa, baik dari segi ekonomi, teknologi, maupun pendidikan.

Kiai Ma’ruf Amin menginginkan masyarakat memantapkan Islam Nusantara sebagai kesepakatan bersama. Di dalam Islam Nusantara memperpadukan antara aspek keislaman dan aspek kebangsaan, sehingga masyarakat tidak lagi memperdebatkan tentang ideologi. Karena ideologi negara Indonesia sudah final, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan Undang-undang Dasar 1945.

“Negara ini, pada 2024 tidak lagi disibukkan dengan konflik-konflik ideologi. Karena itu kita harus memantapkan Islam Nusantara, Islam kesepakatan. Tidak ada lagi mempersoalkan Islam dan Pancasila, agama dan kebangsaan, Islam dan demokrasi dan sebagainya sudah selesai. 2024 tidak ada lagi persoalan-persoalan kebangsaan, melainkan kita membahas Indonesia yang lebih sejahtera,” tegas Kiai Ma’ruf saat memberikan ceramah pada Pekan Orientasi Calon Anggota Legislatif Partai Nasdem.

%d blogger menyukai ini: