ISLAMRAMAH.CO, Dalam hidup, ada saat di mana manusia akan berhadapan dengan situasi yang sulit dan sempit. Namun di sisi lain, manusia juga akan memperoleh nikmatnya kebahagiaan dan kedamaian. Meskipun demikian, Islam mengajarkan kepada umatNya, bahwa dalam situasi apapun harus senantiasa mengedepankan pikiran yang positif. Pikiran yang positif akan membawa kebaikan dan keberhasilan. Sebaliknya, dengan berpikir negatif manusia akan terjerumus ke dalam keburukan dan kegagalan.

Dalam Al-Quran disebutkan, prasangka buruk atau su-u al-zhan lebih banyak mengandung kesalahan dan keburukan daripada kebenaran. Bahkan secara eksplisit Al-Quran melarang umat Islam berburuk sangka atau curiga, seperti mudah menuduh orang lain salah atau mencari-cari keburukan orang lain. Al-Quran mengibaratkan orang yang senang berprasangka buruk seperti seseorang yang memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati.

Selaras dengan hal itu, Kiai Husein Muhammad mengingatkan bahwa berpikir positif dapat menyehatkan dan menyenangkan. Sebaliknya, sikap dan pemikiran yang negatif hanya akan membebani diri dalam hidup. Oleh karena itu, mengedepankan pikiran yang positif jauh lebih baik daripada berpikir yang negatif.

Husn al-Zhan (berpikir positif) itu menyehatkan dan menyenangkan. Su-u al-Zhan (berpikir negatif) itu membebani dan menyusahkan diri,” tulis Kiai asal Cirebon itu di akun twitternya (6/9).

%d blogger menyukai ini: