ISLAMRAMAH.CO, Belajar dan mengajar merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Setiap orang pernah mengalami proses pembelajaran baik di tingkat formal seperti sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi, atau pun di tingkat non-formal seperti di madrasah atau pesantren. Di dalam Islam pun, belajar dan mengajar memiliki kedudukan yang amat mulia. Bahkan dalam pesan Islam disebutkan, sebaik-baik manusia adalah mereka yang senantiasa belajar dan mengajarkan ilmu dan pengetahuannya kepada orang lain.

Menurut Rais Pengururs Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu, Kiai Anwar Manshur, setiap orang harus menyempatkan diri untuk mengajar meskipun banyak ativitas yang harus dilakukannya setiap hari. Mengajar tak harus dalam pendidikan formal, melainkan di mana saja dan kapan saja setiap orang bisa untuk mengajar.

Menurut Kiai Anwar Manshur, setiap orang bisa mengajarkan ilmu semampunya baik kepada anaknya, tetangganya atau bahkan kepada masyarakat sekitar. “Meski kerja, harus tetap meluangkan waktu untuk mengajar semampunya agar barokah rizkinya,” ujar Kiai Anwar dalam ceramahnya di Youtube.

Menurut Kiai yang juga pengasuh pondok pesantren Lirboyo, Kediri itu, ilmu seseorang harus diamalkan. Apabila ilmu yang diperolehnya tidak diamalkan, maka akan sia-sia ilmu yang ia peroleh selama belajar. Bahkan meskipun keilmuan seseorang telah tinggi, namun tidak diajarkan kepada orang lain, maka ilmu itu akan menjadi sia-sia.

“Zakati ilmu kalian. Praktikan. Ilmu jika tidak dipraktikan tidak ada faidahnya. Ilmu segunung pun tidak akan berguna,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: