ISLAMRAMAH.CO, Manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada di dunia ini seorang manusia yang tidak butuh terhadap orang lain. Setiap manusia pun dilahirkan tidak dalam keadaan kosong, manusia membutuhkan ibu, ayah dan tentu saja peran orang lain. Begitu halnya dalam dunia pendidikan, bisnis, politik bahkan dalam kebudayaan semua manusia membutuhkan orang lain. Intinya, setiap manusia tak bisa hidup tanpa orang lain, dan mustahil manusia bisa eksis di dunia ini tanpa keterlibatan orang lain.

Di dalam ajaran Islam, keniscayaan manusia sebagai makhluk sosial itu memperoleh perhatian yang sangat serius. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk mempererat tali silaturrahim sebagai bentuk kesadaran bahwa sejatinya manusia tidak ada apa-apanya tanpa keterlibatan orang lain. Oleh karena itu, selain kewajiban untuk mempererat silaturrahim, umat Islam juga dituntut untuk bersikap ramah, dan terbuka terhadap orang lain.

Selaras dengan hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj menekankan pentingnya silaturrahim di antara masyarakat. Menurut Kiai Said, tujuan manusia dilahirkan adalah untuk menjalin hubungan silaturrahim antar sesama manusia. “Tujuan manusia dilahirkan salah satunya adalah amanah insaniyah yaitu saling menjalin hubungan silaturrahim antar sesama manusia,” tegas Kiai Said dalam ceramahnya di Youtube.

Silaturrahim itu tidak mengenal sekat, baik sekat-sekat suku, agama maupun status sosial lainnya. Dengan demikian setiap masyarakat harus membangun solidaritas sosial, baik karena sesama agama, sesama anak bangsa dan juga sesama manusia. Semua itu merupakan ajaran di dalam agama Islam yang disebut dengan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basariyah.

%d blogger menyukai ini: