ISLAMRAMAH.CO, Kerukunan, persaudaraan, dan persatuan antar umat-beragama merupakan aset terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia. Perbedaan suku, agama, ras, dan golongan menjadi rahmat dan berkah dari Allah Swt yang harus kita syukuri dengan cara menjaganya dari segala konflik yang dapat menyebabkan gesekan sosial. Inilah harapan bangsa Indonesia, merawat aset terbesar bangsa demi terciptanya negara yang aman, damai dan harmonis.

Pesan itu yang disampaikan Presiden Jokowi saat bersilaturrahim dengan jajaran pengurus Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Kantor KWI, Menteng, Jakarta, Jumat (24/8). Menurut Presiden, melalui persatuan dan persaudaraan yang kokoh, keragaman yang dimiliki Indonesia menjadi berkah dan kekuatan bagi bangsa Indonesia. Sebaliknya, intoleransi dan gesekan sosial bisa menyebabkaan bangsa terpecah belah.

“Di dalam pertemuan, saya sampaikan, dengan keragaman agama, suku, adat dan tradisi yang ada, kita harus terus merawat persaudaraan dan persatuan,” tutur Presiden

Pesan serupa Presiden sampaikan saat membuka Kongres II Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Istana Negara, Jumat (24/8). Presiden berharap Nahdlatul Ulama menjadi benteng kokoh pertahanan NKRI untuk merawat persaudaraan antar agama dan persaudaraan antar anak bangsa.

“Inilah yang kami harapkan kepada NU, merawat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah karena itu aset terbesar bangsa,” jelasnya.

Pesan untuk menjaga kerukunan dan persatuan terus disampaikan Presiden di tengah-tengah muncul kasus yang mengganggu kerukunan antar umat beragama. Mutakhir ini, kasus semacam itu terjadi di Tanjung Balai, Sumatera Utara, yang menimpa Meiliana dalam perkara penodaan agama terkait volume toa azan.

%d blogger menyukai ini: