ISLAMRAMAH.CO, Penangkapan terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Meiliana yang telah divonis 18 bulan penjara akibat ditengarai menghina agama Islam, telah memperoleh respon protes dari berbagai kalangan dan masyarakat. Kecaman hingga petisi di media sosial tengah disuarakan oleh aktivis kemanusiaan hingga tokoh-tokoh agama. Menurut Kiai Ubaidillah Shodaqoh, apa yang dikeluhkan oleh Meiliana terhadap suara toa azan yang terlalu keras bukanlah tindakan penodaan atas nama agama.

Kiai yang juga sebagai Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah itu menyayangkan penetapan kasus itu sebagai kasus penistaan agama. Menurut Kiai Ubaidillah, toa azan itu bukan syariat Islam. Justru yang lebih penting dari sekedar suara toa azan adalah akhlak dan budi pekerti yang mulia. Ibadah itu seharusnya menenangkan bagi diri sendiri dan bagi orang lain, dan bukan justru mengganggu ketenteraman masyarakat.

“Ibadah itu menenangkan bagi diri maupun orang lain apalagi tetangga. Syariat itu bukan hanya azan toa atau hukum fikih melakukan atau tidak, tapi akhlak budi pekerti juga yang dapat menimbulkan ketenangan dan kenyamanan penghambaan kita pada Allah Swt dari segala aspek,” tulis Kiai Ubaidillah dalam akun twitternya, Kamis (23/4).

%d blogger menyukai ini: