Ibadah haji merupakan momentum di mana umat Islam bisa berkumpul bersama umat Islam lain dari berbagai negara di dunia, yang berbeda suku, warna kulit, bahasa dan budaya. Tak jarang muncul keunikan ketika terjadi pertemuan di antara umat Islam yang amat beragam itu.

Pernah suatu ketika, Gus Dur sedang menunaikan ibadah haji bersama rombongan jamaah NU asal Tegal. Pada saat tiba di Bandara King  Abdul Aziz, Jeddah, ada banyak para kuli pengangkut barang yang sebagian besar berkebangsaan Yaman, berebut membawa barang-barang jamaah haji rombongan Gus Dur. Akibat rebutan itu, dua di antara belasan kuli terlibat percekcokan dalam bahasa Arab.

Melihat kejadian itu, rombongan jamaah haji asal Tegal spontan mengerubungi mereka dan mengangkat kedua telapak tangannya sambil berucap” “Amin… amiiin.. amiiin” di setiap akhir ucapan dari kedua kuli itu.

Gus Dur yang melihat kejadian itu dari jauh merasa bingung atas polah tingkah jamaahnya. Ia kemudian menghampiri dan bertanya, “Lho, kenapa Anda semua berkerumun di sini?,” kata Gus Dur.

Seorang jamaah dengan enteng menjawab, “Mereka terlihat fasih berdoa, apalagi pakai sorban, mereka pasti kiai alim. Makanya kami ikut amini saja doa mereka,” ujar seorang jamaah penuh antusias.

%d blogger menyukai ini: