ISLAMRAMAH.CO, Dalam rangkaian perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Islam diperintahkan untuk berkurban, yaitu menyembelih hewan kurban untuk dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Berkurban merupakan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt untuk meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim yang ikhlas memenuhi perintah Allah untuk menyembelih anaknya sendiri, Ismail.

Meskipun demikian, tradisi berkurban tidak hanya mengandung makna simbolik untuk mengenang keteladan Nabi Ibrahim dan Ismail semata, melainkan juga sebagai wujud keadilan sosial di dalam ajaran Islam. Berkurban adalah pengakuan yang terwujud dalam tindakan bahwa semua manusia sama dan semua setara. Sebagaimana disampaikan Kiai Said Aqil Siroj, bahwa Allah memerintahkan berkurban sebagai bentuk pemerataan. “Kurban itu perintah Allah dalam rangka pemerataan,” kata Kiai Said di Gedung PBNU, Selasa (21/8).

Berkurban juga sejalan dengan esensi kandungan Pancasila yang terdapat dalam butir kelima, yakni keadilan sosial. Sila kelima ini dinilai oleh Kiai Said sebagai sila yang masih jauh dari kenyataan. Oleh karena itu, berkurban adalah bagian perwujudan dari keadilan sosial. “Sila kelima ini yang paling masih jauh dari harapan kita, sila yang paling masih jauh dari kenyataan,” ujar Kiai kelahiran Cirebon itu.

Maka dari itu, Kiai Said menyarankan agar momentum Idul Adha harus menjadi spirit bagi masyarakat Indonesia untuk lebih meningkatkan solidaritas dan gotong royong di antara anak bangsa untuk menegakkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. “Harus ada kesungguhan dari kita semuanya untuk mengimplementasikan keadilan sosial untuk bangsa Indonesia,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: