ISLAMRAMAH.CO, Mutakhir ini ada sebagian kelompok yang gampang meributkan penghormatan terhadap simbol-simbol negara karena ditengarai mengandung kemusyrikan. Tradisi hormat terhadap bendera merah-putih, mengenang jasa-jasa leluhur bangsa, dan berpedoman pada Undang-undangan dasar 1945 dan Pancasila dianggap suatu perbuatan menyekutukan Tuhan. Karena itu tak jarang mereka menganggap bid’ah dan musyrik terhadap orang yang menghormati simbol-simbol negara Indonesia.

Menyikapi perkembangan kelompok semacam itu, Gus Muwafiq, Kiai muda yang ceramah-ceramahnya makin dikenal masyarakat luas, merasa risau terhadap sikap dan perilaku individu atau kelompok yang mudah menuduh orang lain sebagai musyrik. Jika perdebatan itu perihal furu’iyah, maka itu dinilai sebagai perbedaan yang wajar. Namun demikian, jika tuduhan-tuduhan itu menyangkut eksistensi negara Indonesia, maka menurut Gus Muwafiq, kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh membiarkannya.   

“Saya tidak akan ngomongin ini kalau mereka-mereka hanya berbicara masalah furu’iyah (cabang) dalam agama, tidak apa-apa. Keributan masih ribut qunut tidak apa-apa. Urusan qunut itu urusan masjid, urusan langgar,” ujar Gus Muwafiq dalam salah satu ceramahnya yang diunggah di Youtube.

Menurut Gus Muwafiq, hormat terhadap bendera Indonesia sama sekali tidak haram, apalagi berpedoman kepada Pancasila dan Undang-undang dasar 1945. Hal itu bukanlah suatu sikap yang dilarang oleh agama. Justru dalam berbangsa dan bernegara, umat Islam harus berpedoman pada Pancasila dan UUD 45 sebagai bentuk komitmen terhadap kesepakatan (kalimatun sawa) yang telah dibuat oleh pendiri bangsa untuk membangun harmoni di antara keberagaman yang ada di Indonesia.

“Tapi akhir-akhir ini, kelompok-kelompok seperti itu sudah mulai berbicara negara. Mulai mengatakan Pancasila bid’ah, sudah mulai bilang bendera merah putih tidak boleh dihormati. Maka saya akan berbicara atas nama bangsa Indonesia,” tegas kiai muda yang ceramah-ceramahnya mengandung humor tingkat tinggi itu.

%d blogger menyukai ini: