ISLAMRAMAH.CO, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap komponen bangsa menghindari politik transaksional. Hal itu dapat menyebabkan kerugian besar bangsa seperti keretakan, konflik dan permusuhan antarsesama komponen bangsa. Sebaliknya, ia menghimbau untuk memelihara keadaban, kebersamaan, kedamaian, toleransi dan keutamaan.

“Politik liberal yang transaksional dan semata-mata berorientasi kekuasaan menjadikan kehidupan kebangsaan kehilangan jiwa, rasa, etika, dan kehormatan. Sikap kenegarawanan sangat penting bagi tegaknya politik berkeadaban membangun Indonesia,” jelas Haedar di hadapan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (12/8).

Haedar Nashir menyayangkan perilaku sebagian aktor dan elite politik yang berpolitik apa saja tanpa bingkai etika, moral, keseimbangan, toleransi, penghargaan, keadaban, dan jiwa kesatria. Nilai agama, Pancasila, dan kebudayaan Nusantara hanya menjadi narasi retorik yang diproduksi untuk membangun citra diri, minus aktualisasi. “Namun saya percaya banyak elite dan warga yang jernih hati, pikiran dan tindakan,” ujarnya.

Tokoh yang dikenal moderat itu menambahkan, setiap anak-anak bangsa yang masuk ke dalam gelanggangan politik jangan hanya mementingan kepentingan pragmatis dan sesaat. Setiap orang yang terlibat dalam politik harus meneguhkan komitmen dan idealisme untuk membangun Indonesia sebagimana pondasinya sudah diletakkan oleh para pendiri bangsa.

“Yang tak kalah penting juga komitmen dan sungguh-sungguh mewujudkan idealisme, nilai dasar, dan cita-cita nasional luhur sebagaimana diletakkan pendiri bangsa,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: