ISLAMRAMAH.CO, Indonesia merupakan negara multikultural yang kini dikagumi dunia. Betapa tidak, di tengah perbedaan yang ada baik perbedaan suku, budaya, bahasa, agama, bahkan tradisi dan sosial yang begitu beragam, Indonesia mampu mengokohkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu tidak lain karena Indonesia memiliki Pancasila, sebagai titik temu (common platform) dan kesepakatan dari keberagaman yang ada.

Meskipun demikian, ada saja sebagian kelompok yang mempertentangkan Pancasila karena dinilai tidak sesuai dengan ajaran agama. Menjadikan Pancasila sebagai asas bernegara dianggap sebagai suatu hal yang menihilkan nilai-nilai agama dalam bernegara. Karena itu, tak bisa dimungkiri, masih ada sebagian kecil kelompok yang menolak keberadaan Pancasila.

Menurut Kiai As’ad Ali, salah satu Kiai berpengaruh Nahdlatul Ulama, Pancasila sebagai ideologi bangsa harus disepakati bersama. Hal itu karena Pancasila tidak hanya mengandung esensi nilai-nilai ajaran-ajaran agama, melainkan juga sebagai ideologi universal yang menjembatani setiap cabang perbedaan yang ada di Indonesia. Semua negara di dunia memiliki dasar negara yang disepakati oleh penduduknya. Begitu halnya dengan Indonesia, juga memiliki dasar negara yang wajib disepakti oleh seluruh masyarakat Indonesia, yaitu Pancasila.

“Kita ini warga negara (muwattinun), harus taat pada apa yang disepakati, yaitu Pancasila. Semua negara di dunia juga begitu, taat pada yang disepakati,” jelas Kiai As’ad Ali dalam salah satu ceramahnya yang diunggah di akun Youtube.

Kiai yang juga pernah menjabat wakil kepada Badan Intelelijen Negara Republik Indonesia itu menambahkan, Pancasila merupakan kekuatan bangsa Indonesia. Ia ada karena kesepakatan ulama dan kaum nasionalis. “Adanya Pancasila merupakan kekuatan kita. Itu adalah hasil kesepakatan para ulama dan kaum nasionalis,” ulasnya.

Oleh karena itu Kiai As’ad menilai, jika masyarakat Indonesia bersatu dalam bingkai Pancasila, maka Indonesia akan selamat dari segala bentuk musuh dan ancaman bangsa. “Jadi apapun musuh yang mengancam, kalau kita bersatu di bawah titik temu yang menjadi kesepakatan, kita akan berhasil, kita akan selamat,” pungkas Kiai As’ad.

%d blogger menyukai ini: