ISLAMRAMAH.CO, Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdiyah (Jatman), Habib Luthfi bin Yahya menegaskan bahwa Islam Nusantara bukan agama baru. Islam Nusantara adalah ekspresi keberislaman yang mengandung muatan lokal Nusantara. Menurut Habib Luthfi, umat Islam memiliki aqidah yang sama sedunia, hanya saja setiap muslim di berbagai penjuru dunia memiliki tradisi dan aplikasi Islam yang berbeda-beda.

“Orang Islam di Amerika makan pakai sendok garpu baca Basmalah. Orang Islam di China makan pakai sumpit baca basmalah, di Jawa makan pakai tangan juga sama baca Basmalah. Tidak ada bedanya. Yang penting yang dimakan halal dan sama-sama menyebut nama Allah. Walaupun cara makannya berbeda-beda. Nah itulah Islam Nusantara,” jelas Habib Luthfi.

Di hadapan ribuan jamaah pada acara Halal bi Halal Nusantara di Majilis Ta’lim Habib Salim bin Ahman bin Jindan, di Jakarta Timur, Sabtu (28/7), Habib Luthfi menyayangkan adanya sebagian orang yang salah anggapan mengenai Islam Nusantara. Penolakan atas Islam Nusantara biasanya muncul dari sebagian tokoh muslim yang salah persepsi dan enggan melakukan klarifikasi.

“Jadi jangan salah paham. Masa Islam Nusantara dibilang agama baru. Terus nanti ada Nabi Jawa, Nabi Sunda gitu? Ya nggak mungkin,” ungkap Habib Luthfi

Dalam pandangan Habib Luthfi, aplikasi keislaman setiap muslim bisa berbeda-beda, justru dengan ekspresi itu ia telah menampilakan Islam rahmatan lil ‘alamin yang berciri khas moderat dan akomodatif atas budaya lokal. “Islam itu aqidahnya sama sedunia. Tapi aplikasi dan ekspresi keislaman itu ada muatan lokalnya,” tegas Habib Luthfi.

%d blogger menyukai ini: