ISLAMRAMAH.CO, Indonesia sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia dianggap telah mampu menegakkan moderasi Islam. Bahkan, Indonesia diharapkan menjadi model penegakan moderasi Islam di dunia terutama untuk negara-negara Timur Tengah yang dirundung konflik. Hal itu karena Islam yang diterapkan di Indonesia adalah Islam yang wasatiyah (moderat, toleran, ramah, dan damai).

Pemikiran moderasi Islam Indonesia menjadi mainstream dalam membangun peradaban Islam sepanjang sejarah. Di masa kejayan Islam, konsep moderasi Islam telah menghadirkan contoh terbaik dan bermanfaat bagi umat Islam, setiap manusia dan bahkan bagi seluruh makhluk ciptaan Allah. Praktik moderasi Islam Indonesia dipupuk oleh para ulama pendahulu bangsa sekaligus menjadi perekat antarumat beragama.

Pesan itulah yang mengemuka pada Konferensi Ulama Internasional di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (27/7/2018). Menurut Anas Mahmud Kholaf, Imam Besar Masjid Syaikh Abdul Qodir Jaelani Baghdad, Irak, Indonesia telah mampu membangun moderasi Islam dan layak menjadi model penegakan moderasi Islam di dunia.

Anas Mahmud merasa menemukan kedamaian dan keamanan di Indonesia. Karena itu ia berharap moderasi Islam harus bisa terus ditegakkan. “Moderasi Islam harus terus ditegakkan dan kita bersyukur Indonesia berada pada garda terdepan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Muhammad Darwis, dosen Ushul Fiqh dan Alumni Al-Azhar Al-Syarif asal Suriah. Ia bangga kepada Islam Indonesia yang moderat, ramah, dan toleran/

Konferensi itu digelar Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Kairo (OIAA) Cabang Indonesia bekerjasama dengan Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah NTB dan Pemerintah Provinsi NTB. Selain ulama asal Indonesia, turut hadir ulama asal Mesir, Libya, Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Sudan, Maroko, Tunisia, Al-Jazair, Nigeri, India, Pakistan, Rusia, Ukraina, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam hingga Timor Leste.

%d blogger menyukai ini: