Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga aib/ kesalahan orang lain. Dalam salah satu riwayat Nabi pernah bersabda: Barangsiapa menutupi aib orang lain sewaktu di dunia, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.

Pernah suatu peristiwa, Rasulullah SAW beserta para sahabat  diundang makan bersama daging onta oleh salah satu sahabat lain di dekat Masjid Quba menjelang waktu Maghrib.

Ketika Rasul dan para sahabat tengah menikmati sajian makanan tersebut, salah satu dari sahabat Rasul mengeluarkan angin sehingga bau menyengat tercium oleh Rasul dan semua sahabat yang hadir. Padahal, di dalam tradisi Arab, mengeluarkan kentut di muka umum merupakan suatu aib besar.

Karena waktu ashar segera habis dan sesaat lagi akan memasuki waktu maghrib, maka para sahabat akan tahu siapa salah seorang sahabat yang kentut karena ia harus berwudu untuk melaksanakan shalat maghrib.

Namun demikian, Nabi tidak ingin aib salah seorang sahabatnya terbongkar, maka untuk menjaga perasaan salah seorang sahabat yang kentut di muka umum tadi, Nabi bersabda:

“Barang siapa yang telah memakan daging onta ini, maka ia harus berwudu kembali”

Tentu saja karena semua sahabat telah memakan daging onta, maka secara otomatis mereka semua harus mengambil air wudu, sehingga terhindarlah salah satu sahabat Nabi yang kentut dari suatu aib.

Begitulah cara Nabi menjaga aib orang lain, tak terkecuali, aib karena bau kentut yang menyengat sekali.

%d blogger menyukai ini: