ISLAMRAMAH.CO, Serangkaian aksi teror yang marak terjadi mutakhir ini menyebabkan keresahan dan ketakutan di lingkungan masyarakat. Tindakan ini berimbas pada hilangnya nyawa banyak orang dengan sia-sia. Esensi ajaran Islam yang mengusung misi rahmat bagi semesta alam pun menjadi ternoda karena tindakan teror itu.

Dengan dalih apapun, Islam tidak membenarkan tindakan kekerasan dan teror bom dengan membunuh orang lain. Setiap Muslim yang mendambakan surga Allah SWT seharusnya berikhtiar untuk menciptakan perdamaian, dan bukan permusuhan, menyebarkan kegembiraan dan bukan justru ketakutan.

Pesan itu yang mengemuka saat Mustasyar Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf memberikan ceramahnya dalam acara silaturahim warga di Gedung Bustanul Asyiqin, Solo. Menurut Habib Syeikh, tindakan teror adalah cerminan kedangkalan dalam memahami esensi ajaran Islam. Islam sangat menekankan agar berwelas asih dan saling menjaga keamanan kepada sesama umat muslim maupun pemeluk agama lainnya.

“Jangan menyebarkan kebencian dan ketakutan melalui kekerasan dan teror, dengan alasan ingin masuk surga,” ujar Habib Syeikh.

Habib yang dikenal dengan kesejukan lantunan shalawatnya tersebut berpesan agar umat muslim bisa meneladani akhlak Rasulullah SAW yang senantiasa membawa kedamaian di manapun dan kapanpun ia berada.

Rasulullah selalu memberi contoh menolong orang fakir dan mengedepankan perdamaian di tengah konflik yang sering mendera umat Islam ketika itu. Hal itu menegaskan, tugas seorang  muslim bukan menjadi penyebar kebencian atau sumber keonaran, melainkan penyebar kasih sayang dan perdamaian.

“Jadilah umat Nabi Muhammad yang menebarkan kasih sayang, kedamaian dan kebaikan di tengah-tengah umat manusia. Sebagaimana Rasul di Hari Raya menyebarkan kegembiraan dan kebahagiaan di kalangan anak yatim, janda dan kaum dhuafa. Mari di mana pun kita berada bisa menyebarkan kebaikan,” pungkas Habib yang tinggal di Solo tersebut.

%d blogger menyukai ini: