ISLAMRAMAH.CO, Fanatisme atau sikap membanggakan diri sendiri merupakan hal yang wajar dimiliki setiap orang. Semua orang yang hidup di dunia ini secara manusiawi memiliki sifat tersebut. Namun demikian, menjadi salah kaprah ketika fanatisme digunakan secara berlebihan dan digunakan sebagai alat justifikasi personal maupun kelompok untuk memperoleh kebenaran yang justru akan menjadi akar dari segala konflik.

Pesan tersebut disampaikan KH Abdul Qoyyum Mansur atau Gus Qoyyum dalam ceramahnya di Youtube. Ia menerangkan tentang penyakit fanatisme yang sudah menyebar luas di seluruh lapisan masyarakat bahkan di belahan dunia. Menurutnya, fanatisme sudah menjadi tabiat manusia yang sulit dihilangkan karena al-Quran sendiri sudah menjelaskan bahwa setiap orang atau kelompok cenderung memiliki fanatisme.

“Penyakit fanatisme memang luar biasa, bukan hanya di Indonesia saja karena itu patalogi manusia yang disebut dalam al-Quran bahwa setiap golongan akan membanggakan drinya masing-masing. Padahal tidak mungkin semua golongan ini sempurna,” ujar Gus Qoyyum.

Kiai yang juga salah satu cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Kholil, Lasem itu menambahkan, sifat fanatisme tidak mungkin dihilangkan begitu saja dalam diri manusia. Namun demikian, sifat fanatisme dapat dikurangi dan dikontrol dengan baik, khususnya dalam kalangan elite yang harus dapat meminimalisir sifat fanatismenya. Gus Qoyyum juga mengingatkan, tidak boleh memusuhi dan membenci orang lain meskipun memiliki cara pandang yang berbeda.

“Penyakit fanatisme tidak mungkin dihilangkan namun dapat berkurang, terutama dalam elitenya harus berkurang fanatismenya. Anda tidak perlu alergi dengan yang lain, beda boleh tapi kemudian kita memandang musuh tidak boleh, karena kita sesama muslim,” pungkas Gus Qoyyum.

%d blogger menyukai ini: