ISLAMRAMAH.CO, Sebagai umat muslim, kita sejatinya terus berupaya untuk bermuhasabah dan riyadhah (melatih diri) agar menjadi muslim yang mencerminkan ketakwaan kepada Allah SWT. Untuk mencapai derajat takwa yang sebenar-benarnya, tentu banyak hal yang harus dilakukan, salah satunya dengan berpuasa. Sebagaimana kita ketahui, ibadah puasa merupakan mediator untuk mencapai ketakwaan dan upaya memperoleh rida Allah SWT.

Pesan itu disampaikan Gus Muwafiq, kiai muda NU asal Yogyakarta yang ceramah-ceramahnya makin populer di kalangan umat Islam Indonesia. Menurut Gus Muwafiq, untuk mencapai maqam ketakwaan, seorang muslim harus bisa mengontrol hawa nafsunya sendiri. Hal tersebut dapat dilatih dengan puasa karena puasa mengajarkan seorang muslim untuk menahan nafsu makan, minum dan segala bentuk syahwat termasuk syahwat biologis.

“Takwa itu kedudukan tertinggi dalam Islam, kedudukan tertinggi itu diberi perantara oleh Allah dengan berpuasa. Hakikat puasa yang paling bisa dilihat adalah tidak makan, minum, tidak bersetubuh dengan mahramnya, karena semua itu yang dinakaman nafsu,” ujar Gus Muwafiq

Kiai muda yang dikenal humoris tersebut menambahkan, semua yang telah diperintahkan Allah dan diatur di dalam syariat-syariat Islam tidak boleh ditinggalkan, termasuk syariat untuk menjalankan puasa. Menurutnya, orang yang tidak mau diatur oleh syariat dan malas berpuasa maka orang tersebut belum pantas disebut manusia.

“Maka syariat-syariat Allah jangan ditinggalkan, syariat hanya menata manusia supaya lahir manusia, mati juga manusia. Apabila ada manusia yang takut dengan puasa maka dia bukan manusia,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: