ISLAMRAMAH.CO, Radikalisme memberikan dampak yang luar biasa terhadap perubahan sosial politik suatu bangsa. Berbagai kerusakan dan ketidakstabilan bisa terjadi akibat tindakan radikalisme yang berujung pada aksi terorisme. Kehancuran sebagain negara-negara di Timur Tengah baik dari segi ekonomi, politik, budaya maupun sosial adalah akibat dari radikalisme dan terorisme yang semakin hari makin menampakkan ancamannya.

Pesan itu disampaikan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif untuk menanggapi isu yang santer berkembang saat ini, yaitu menguatnya radikalisme di Indonesia, khususnya di lingkungan kampus. Infiltrasi gerakan radikal mutakhir ditengarai tengah menyusup ke dalam pendidikan di Indonesia.

Menurut Buya Syafii, pemahaman agama yang bersifat linier atau satu arah akan mudah disusupi pemahaman radikal, hal ini terjadi karena pemisahan yang tegas akan melahirkan pemahaman yang hitam putih. Mahasiswa yang mengambil jurusan eksakta atau ilmu pasti biasanya rawan tersusupi paham-paham radikal tersebut karena minimnya penguasaan khazanah keilmuan Islam yang sangat kompleks. “Mereka rentan sekali karena pikirannya hitam putih,” terang cendekiawan lulusan Chicago University tersebut.

Budaya toleransi dan menghargai keberagaman menurut Buya Syafii harus diterapkan dalam setiap aktifitas kampus. Penguasaan wacana Islam yang didominasi oleh penganut kebenaran tunggal atau kelompok radikal tersebut akan membahayakan masa depan kampus, bahkan dapat mencemari agama itu sendiri, karena agama nantinya dipahami sebagai dogma yang kaku.

“Lama-kelamaan agama ditolak. Padahal agama menghidupkan hati nurani, kreativitas, dan otak. Dalam Al-Quran, jelas orang beriman harus menghidupkan akal budi dan kritis,” pungkas pendiri Maarif Institute tersebut.

%d blogger menyukai ini: