ISLAMRAMAH.CO, Ibadah puasa di bulan ramadhan merupakan momentum untuk memperbaiki hati dan fikiran dari segala bentuk penyakitnya. Momentum ramadhan tidak hanya menjadi kewajiban untuk menahan makan dan haus semata, melainkan juga upaya memperbaiki sikap dan pikiran dari berbagai bentuk keburukan. Oleh karena itu, setiap umat Muslim harus mampu mengendalikan hawa nafsunya untuk mencegah perilaku buruk.

Salah satu perilaku buruk yang kerapkali menjangkiti manusia adalah sikap buruk sangka atau su’uzan. Sikap tersebut biasanya lahir dari hati dan fikiran yang kotor karena manusia tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya. Kiai Husein Muhammad, Pengasuh Pondok Pesantren Arjawinangun, Cirebon dalam akun twitternya (26/5), mengungkap sisi buruk dari hati dan pikiran negatif tersebut. Menurut Kiai Husein, sikap su’uzan merupakan cerminan dari penderitaan.

Dalam pandangan Kiai Husein, sikap buruk sangka tidak hanya dapat menambah dosa, melainkan juga dapat mengakibatkan pelakunya menderita. “Mereka yang hati dan pikirannya negatif terhadap orang lain (su’uzan), sesungguhnya adalah orang-orang yang sedang menderita dan menambah dosa,” tulis Kiai yang juga pendiri Fahmina Institute tersebut.

Apa yang disampaikan Kiai Husein merupakan teguran, bahwa dalam bulan ramadhan ini kita harus senantiasa menjaga hati agar tidak berprasangka buruk terhadap orang lain, menjaga pikiran agar tidak memandang orang lain buruk, atau memandang pemahaman keagamaan yang berbeda sebagai yang salah. Oleh karena itu, bulan ramadhan merupakan latihan untuk mengendalikan jiwa, hati dan pikiran dari segala bentuk keburukan.

%d blogger menyukai ini: