ISLAMRAMAH.CO, Ibadah puasa bukan hanya tuntutan untuk menahan makan dan minum semata, melainkan momentum pengendalian diri dari segala bentuk hawa nafsu yang mengitari manusia. Karena itu, ibadah puasa yang lebih subtansial bukan tentang perbaikan jasmani, melainkan keteguhan nurani.

Pesan itu disampaikan salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Masdar Farid Mas’udi, dalam salah satu ceramahnya di Youtube. Menurutnya, puasa merupakan salah satu cara untuk mengendalikan nafsu jasmaniyah yang cenderung mengajak manusia pada keburukan. Namun demikian, hakikat dari puasa adalah memperbaiki segala bentuk perilaku buruk manusia.

“Sesungguhnya inti puasa adalah menyagkal nafsu jasmani kita, eksistensi jasmaniyah kita. Dan mengingatkan yang hakiki dari manusia adalah ruhani,” ujar Kiai Masdar.

Kiai Masdar melanjutkan, sebagai pilar dari rukun Islam yang keempat, puasa memiliki keunikan tersendiri. Tradisi puasa tidak hanya dilakukan oleh umat Islam semata, bahkan umat sebelum Nabi Muhammad SAW pun telah melaksanakan ibadah puasa.

Kiai yang dikenal sebagai intelektual Nahdlatul Ulama tersebut berpendapat, selain sudah menjadi budaya turun temurun mulai dari Islam sebelum Nabi Muhammad SAW hingga sekarang, ibadah puasa juga menjadi bukti peneguhan spiritual umat Islam yang sesungguhnya.

“Puasa merupakan rukun Islam yang keempat dan merupakan ajaran peneguhan spiritualitas kita, selain itu juga merupakan suatu ajaran yang tidak yang hanya diwajibkan pada umat Islam Nabi Muhammad SAW semata, tapi juga kepada umat-umat agama sebelumnya,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: