ISLAMRAMAH.CO, Dalam salah satu ceramahnya yang diunggah di Youtube, Habib Umar Al Hafiz  memberikan pesan agar setiap umat muslim dapat memberi kedamaian terhadap muslim lain maupun kepada umat agama lain. Bentuk rasa aman yang dimaksud adalah terhindarnya orang lain dari gangguan mata, mulut, maupun tangan. Secara eksplisit, pesan itu berarti setiap muslim jangan sampai mencaci maki, melakukan tindakan kekerasan ataupun memandang keburukan orang lain.

“Sebuah kedamaian mengharuskan adanya rasa aman orang lain, dari keburukan lisanmu serta rasa aman dari keburukan mata dan tanganmu,” terang Habib Umar.

Habib asal Yaman yang dikenal karena kedalaman ilmunya tersebut mengisahkan pada saat Rasulullah SAW melakukan haji wada, Nabi berpesan agar setiap mukmin harus bisa memberi rasa aman terhadap orang lain. Apabila keberadaan umat muslim di suatu tempat tidak memberi rasa aman, maka sesungguhnya ia tidak meneladani akhlak yang telah dicontohkan Rasulullah.

“Maka jangan khianati orang lain dengan matamu, pendengaranmu, atau dengan lisanmu dan jangan khianati kehormatan mereka dengan tanganmu yang kau ulurkan kepadanya. Rasulullah bersabda ketika haji wada, seorang mukmin ialah yang memberikan keamanan kepada orang lain atas harta, diri, dan kehormatannya,” jelas pengasuh Ma’had Darul Musthofa tersebut.

Menurut Habib Umar, hakikat keimanan seseorang adalah saling menyayangi sesama makhluk Allah. Hal itu bisa diwujudkan dengan sikap memberi kedamaian kepada orang lain dari keburukan mata, mulut, maupun tangan. Oleh karena itu, menurut Habib Umar, umat muslim jangan sampai menampilkan keburukan yang bersumber dari anggota badannya, seperti mencela, dan bertindak kasar.

“Mukmin itu memberikan keamanan kepada semua manusia, siapapun yang memberikan keamanan maka dia adalah mukmin yang benar, sehingga orang di sekelilingnya tidak akan khawatir dan takut ia menyakiti dan menzaliminya. Inilah hakikat dari sebuah keimanan yang telah disabdakan oleh Nabi SAW, Muslim adalah dia yang memberikan keamanan dari kejelekan lisan dan tangan,”  pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: