ISLAMRAMAH.CO, Grand Syaikh al-Azhar, Syaikh Ahmed Tayyeb baru saja dinobatkan sebagai ulama yang paling berpengaruh oleh The Royal Islamic Strategic Center yang bermarkas di Jordania. Karenanya sosok Grand Syaikh dan pandangan-pandangannya telah menginspirasi dunia, tidak terkecuali kaum milenial.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan empat mata dengan Grand Syaikh al-Azhar, Syaikh Ahmed Tayyeb. “Pertemuan saya dengan Grand Syaikh al-Azhar yang kedua ini merupakan kesempatan bagi saya untuk menyerap dan menimba langsung paham moderasi Islam yang telah menjadi pilar nilai-nilai kewargaan, toleransi, dan dialog. Kita sungguh membutuhkan nilai-nilai tersebut, sehingga menginspirasi kaum milenial dan membentengi mereka agar tidak terjerumus dalam kelompok-kelompok ekstrem”, ujar Presiden Jokowi sebagaimana disebutkan oleh akun twitter resmi al-Azhar.

Presiden Jokowi juga sangat optimis dan senang melihat para mahasiswa Indonesia belajar di al-Azhar, Mesir. Mereka telah mendapatkan perhatian khusus dari Grand Syaikh al-Azhar. “Al-Azhar merupakan benteng moderasi Islam di dunia Islam. Hal tersebut dibuktikan dengan para alumni al-Azhar yang tersebar luas di negeri ini. Mereka berperan dalam memajukan negeri dan menduduki posisi penting di beberapa daerah”, lanjut Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menambahkan, bahwa al-Azhar dengan moderasi Islam yang inklusif akan mempunyai peran yang sangat penting dalam menghadapi gerakan-gerakan ekstremis dan teroris, serta membendung penetrasi kelompok-kelompok tersebut.

Grand Syaikh dijadualkan akan mengisi sebagai pembicara utama dalam pembukaan KTT Ulama dan Cedekiawan. Di samping itu, Grand Syaikh akan bersilaturahim ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Pondok Modern Darussalam Gontor, dan ramah tamah dengan para alumni Universitas al-Azhar di Solo.

%d blogger menyukai ini: