Perihal keutamaan ilmu ini bisa ditemukan di dalam al-Quran, Allah menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyaksikan yang demikian). Yang menegakkan keadilan (QS. Ali ‘Imran [3]: 18). Ayat ini memberikan gambaran yang menarik perihal kedudukan orang yang berilmu. Tuhan memuji malaikat dan orang-orang yang berilmu. Itulah bentuk kemuliaan dan keutamaan orang-orang yang berilmu.

Di dala ayat lain disebutkan, Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang yang diberi ilmu beberapa derajat (QS. al-Mujadalah [58]: 11). Ibnu Abbas menegaskan, bahwa derajat para ulama itu sekitar 700 derajat di atas orang-orang yang beriman. Di antara dua derajat ada perjalanan selama 500 tahun.

Dan masih banyak lagi ayat al-Quran yang meninggikan kedudukan orang yang berilmu (QS. al-Zumar [39]: 9; QS. Fathir [35]: 28; QS. al-Ra’d [13]: 43; QS. al-Naml [27]: 40; dan masih banyak ayat lainnya.

Sedangkan di dalam hadis Nabi Muhammad SAW kita juga bisa mendapatkan perihal tingginya kedudukan orang yang berilmu. Di dalam sebuah hadis disebutkan, Barang siapa menghendaki kebajikan dari Allah SWT hendaknya ia memperdalam ilmu agama dan diilhami kematangan dalam berpikir (HR. Bukhari dan Muslim). Di dalam hadis lain juga dinyatakan, Para ulama adalah pewaris para Nabi. Hal ini sudah menjadi maklum bahwa tidak ada kedudukan yang di atas kenabian, dan tidak keutamaan bagi pewaris para Nabi kecuali para ulama.

Di dalam hadis lain disebutkan, Iman itu telanjang, bajunya adalah takwa, perhiasannya rasa malu, dan buahnya adalah ilmu.

80%
Awesome
  • Design
%d blogger menyukai ini: