ISLAMRAMAH.CO – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan pengurus Pusat Muhammadiyah menggelar silaturrahim kebangsaan di kantor PBNU, Jakarta. Hadir Ketua Umum PBNU KH Prof. Dr. Said Aqil Siroj dan hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, serta para jajaran para pengurus kedua ormas terbesar ini.

Silaturrahim kebangsaan kedua ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini merupakan penegasan bahwa muslim moderat Indonesia tetap solid di tengah maraknya infiltrasi kelompok radikal di Indonesia. Muslim moderat di Indonesia akan senantiasa mengawal dan mengokohkan konsensus para pendiri bangsa bahwa Pancasila dan NKRI adalah bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya saat memasuki tahun politik.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Prof. Dr. Said Aqil Siroj menegaskan bahwa silaturahim saja, melainkan akan menjadi shilatul al-afkar. “Silaturahim ini berlandaskan pada hubungan pemikiran (shilat al-afkar), hubungan pengabdian (shilat al-‘amal), dan hubungan spiritual (shilat al-ruh). NU dan Muhammadiyah sama-sama menegunkan Pancasila dan NKRI, terus mengabdi pada umat, serta yang terpenting mempunyai hubungan spritual yang sama”, ujar Kiai yang dikenal humoris itu.

Sementara Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah menyatakan bahwa sedari awal, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah berjuang bersama-sama untuk kemerdekaan Republik Indonesia. “Kiai Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah bersahabat dengan Kiai Hasyim Asy’ari untuk berjuang bagi kemerdekaan. Tidak hanya itu saja, Islam yang dibawa oleh ketua tokoh itu adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Karenanya silaturahim ini adalah silaturahim Islam Nusantara Berkemajuan atau Islam Berkemajuan yang Menusantara. Indonesia akan terus langgeng dan jaya, apalagi jika Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan bersatupadu”, ujar sosok yang dikenal bersahaja ini.

Kedua tokoh ormas terbesar sepakat agar seluruh warga dalam memasuki tahun-tahun politik dapat menghadirkan kebahagiaan, karena hakikatnya demokrasi adalah pesta rakyat. Demokrasi sejatinya dilaksanakan secara transparan, dialog, dan kritik yang membangun. NU dan Muhammadiyah menegaskan pentingnya moralitas dan meletakkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Dalam keterangan pers ditegaskan bahwa PBNU bersama PP Muhammadiyah berkumpul tidak lain dalam rangka melakukan tiga hal. Pertama, terus menerus saling tolong menolong melalui sedekah dan derma. Kedua, menegakkan kebaikan. Ketiga, mengupayakan rekonsiliasi atau perdamaian kemanusiaan. PBNU dan PP Muhammadiyah kemudian menghasilkan beberapa komitmen bersama:

Pertama, NU dan Muhammadiyah akan senantiasa mengawal dan mengokohkan konsensus para pendiri bangsa bahwa Pancasila dan NKRI adalah bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman etnis, suku, golongan, agama yang tetap harus dijaga dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, NU dan Muhammadiyah secara pro aktif terus melakukan ikhtiar-ikhtiar bagi peningkatan tarif hidup dan kualitas hidup warga terutama mengembangkan pendidikan karakter yang mengedepankan akhlakul karimah di semua tingkatan atau jenjang pendidikan serta penguatan basis-basis ekonomi keumatan dan juga peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ketiga, NU dan Muhammadiyah menyeru kepada pemerintah agar bersungguh-sungguh dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan mengurangi angka penbgangguran serta melakukan upaya-upaya yang terukur agar kesenjangan ekonomi dan sosial segera teratasi dengan baik.

Keempat, menghimbau kepada seluruh warga NU dan Muhammadiyah agar bersama-sama membangun iklim yang kondusif, suasana yang kondisi dalam kehidupan kemasyarakatan dan keberagamaan di tengah era sosial media yang membutuhkan kehati-hatian yang lebih.

Kelima, memasuki tahun 2018, di mana kita akan menghadapi apa yang diistilahkan sebagai tahun politik maka marilah kita bersama-sama menjadikan ajang demokrasi sebagai bagian dari cara kita sebagai bangsa untuk melakukan perubahan-perubahan yang berarti bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

%d blogger menyukai ini: