ISLAMRAMAH.CO – Mohamed Salah, penyerang Liverpool asal Mesir kerap menjadi buah bibir seluruh penggila bola di jagat raya. Ia sudah mencetak 34 gol untuk Liverpool dalam semua kompetisi. Hingga saat ini, Liverpool masih bertengger di papan atas Liga Inggris dan mempunyai peluang menjuara Liga Champion pada tahun ini.

Kepiawaian Salah dalam menguasai bola dan mencetak gol telah menjadi daya majis tersendiri tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Islam di Eropa. Pasalnya, dalam satu dekade terakhir, wajah Islam di Eropa tidak membaik karena maraknya aksi bom bunuh diri dan penyerangan brutal yang dilakukan oleh kelompok teroris. Apalagi data membuktikan, ada ribuan pasukan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang berasal dari Eropa.

Kini, wajah Islam di Eropa pelan-pelan terus membaik karena ulah permainan Salah di lapangan hijau. Ia menjadi teladan baik, karena kecerdikannya mengenyoh pemain lawan dengan aksi-aksinya yang selalu memukau. Karena itu, para Liverpuldian—panggilan akrab fans Liverpool—selalu mendukung sepenuh hati Mohamed Salah, hingga mereka mempunyai nyanyian khusus, “Salah, jika hal itu baik bagi kamu, maka baik juga bagi saya. Jika mencetak banyak gol lagi, maka saya akan menjadi Muslim juga.”

Tentu, nyanyian ini bukan nyanyian biasa, melaikan nyanyian yang mempunyai makna luar biasa. Salah telah menjadi “juru dakwah” yang sangat efektif untuk mengenalkan Islam di Eropa, dan Barat secara umum. Wajah Islam yang selama ini buruk menjelma sangat baik. Bahkan, sumbangsih Salah di Liverpool yang terus membaik pada musim ini telah menarik simpati para fansnya untuk mengenal Islam yang dianut oleh Salah.

Salah dikenal sebagai Muslim taat. Seperti orang-orang pedalaman Mesir pada umumnya yang dikenal relijius, Salah tidak pernah absen untuk menunaikan shalat di masjid dan mengkhatamkan al-Quran. Saat melakukan perjalanan sebelum pertandingan, Salah terlihat selalu membaca al-Quran. Bagi fans yang ingin berjumpa Salah cukup untuk bertandang ke masjid yang biasa digunakan untuk melaksanakan shalat.

Salah menjadi fenomena tersendiri, tidak hanya bagi dirinya dan Tanah Airnya, tetapi juga bagi Islam. Salah telah membuktikan, bahwa seorang Muslim bisa berperan dalam berbagai sektor kehidupan, tidak terkecuali dalam sepakbola. Ia membuktikan, bahwa seorang Muslim dapat membuat orang-orang Eropa terkesima dengan caranya mengolah bola dan mencetak gol. Saatnya kita mendakwahkan Islam Ramah melalui sepakbola (GM).

%d blogger menyukai ini: