Mengenal Gus Baha Lebih Dekat

BeritaMengenal Gus Baha Lebih Dekat

Gus Baha dikenal sebagai salah satu ulama tafsir dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki kapasitas keilmuan yang luas seputar al-Quran dan pengetahuan keagamaan lainnya serta ulama kharismatik, murid dari KH. Maimun Zubair.

Sosoknya yang tengah digandrungi banyak masyarakat, kiranya membuat rasa penasaran ini muncul sebenarnya siapa Gus Baha. Pasalnya, baru kali pertama terlihat kembali ulama yang kehadirannya di tengah-tengah masyarakat mendapat penerimaan yang baik dari berbagai macam aliran dan paham keagamaan. Kesederhanaan dan karakter nyentriknya yang juga humoris tampak jelas menjadi nilai lebih untuk tidak ada alasan mengidolakan Gus Baha.

Namun, yang melatarbelakangi kepribadian Gus Baha sebenarnya tidak lain karena keilmuannya yang begitu luas dan dalam, khususnya sebagai ahli pakar tafsir al-Quran dan Fakihul Quran. Gus Baha paham benar ilmu yang diamalkan dengan baik, barang tentu akan membentuk attitude yang baik atau akhlakul karimah kepada pemilik ilmu tersebut. Sebagaimana adagium ilmu padi, semakin berisi atau matang maka semakin merunduk. Demikian keilmuan Gus Baha yang matang membuatnya kian merunduk atau rendah hati.

Tidak mudah kita menemukan dalam dakwah Gus Baha berucap perkataan kasar atau menghakimi. Kepandaiannya dalam memilih bahasa patut diakui berkualitas dan tidak menggurui. Meski dalam kancah pendidikan tidak melalui jalur formal dan non gelar, hanya bermodalkan bekal pendidikan pesantren dan bacaan kitab-kitab. Namun, keilmuannya mampu bersaing dan bersanding dengan sejumlah profesor dan pakar al-Quran di Indonesia. Misalnya, Prof. Quraish Shihab sebagai mufassir Indonesia penulis kitab Tafsir Al-Misbah mengakui kepakaran dan kedalaman ilmu yang dimiliki Gus Baha.

Baca Juga  Pentingnya Resakralisasi Alam

Lantaran kepakarannya ini, sebenarnya Gus Baha sempat ditawarkan gelar akademik oleh salah stau universitas untuk menunjang eksistensi intelektualnya. Akan tetapi, ia menolak dan lebih menikmati kesederhanaannya. Sebagaimana dahulu guru Gus Baha, KH. Maimun Zubair yang juga menolak untuk kesekian kalinya ketika ditawarkan mendapat gelar doktor honoris causa yang padahal ilmunya diakui dunia internasional.

Baca Juga  Pentingnya Resakralisasi Alam

Mengenal Gus Baha tidak lain kita akan belajar menjadi seorang yang sederhana, rendah hati, berilmu secara matang dan hidup bahagia. Adapun alasan Gus Baha mengapa senantiasa terlihat ceria dan humoris, menurutnya adalah “syukur itu bisa ditandai dengan banyak senyum, bagi saya cemberut itu masalah besar seperti halnya tidak ridha dengan ketentuan Tuhan”. Jadi jangan lupa untuk hidup bahagia dan selalu tersenyum.

Artikel Populer
Artikel Terkait