Akhir-akhir ini, banyak kelompok yang mengatasnamakan Islam untuk memecah belah bangsa. Keprihatinan muncul bagi banyak kalangan untuk menangkal paham radikal di Indonesia. Pasalnya paham radikal ini sangat mudah digiring untuk dijadikan isu utama. Kegaduhan yang terjadi beberapa tahun ini harus kita cegah dengan menggunakan cinta.

Di Indonesia mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, dan orang yang memeluk agama Islam itu sebutannya adalah seorang muslim. Sebagai seorang Muslim wajib hukumnya kita semua menebar cinta dan kebaikan kepada semua manusia, walaupun berbeda golongan. Tetapi di era sekarang ini masih banyak Muslim yang senang mencaci, mengadu domba, dan merasa paling hebat sendiri.

Muslim itu ada yang merahmati, tapi ada juga yang suka mencaci. Ada muslim yang mendamaikan, tetapi ada juga yang menghinakan. Ada Muslim yang suka keindahan, ada pula yang suka keburukan. Namun sebagai seorang yang beragama Islam kita harus menjauhi apa yang namanya kejelekan.

Selayaknya, saat ini, semua orang Muslim, khususnya di Indonesia harus menebar toleransi menggunakan cinta dan kasih sayang kepada semua orang dan golongan minorotas. Kita harus mencontoh seorang Gus Dur dalam menebar cinta, beliau merupakan sosok yang sangat dihormati oleh semua golongan agama. Gus Dur adalah teladan berbangsa dan bernegara bagi kita. Ia juga dijuluki Bapak Pluralisme di negeri ini.

Wali Songo juga dulu dalam menyebarkan Islam menggunakan cinta dan kasih sayang. Dilihat dari ajaran-ajarannya dulu yang tidak menyingkirkan tradisi dan budaya, sehingga Islam bisa berdiri tegak dan menjadi agama mayoritas di Nusantara ini.

Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam juga menggunakan cinta dan kasih sayang. Terbukti, Syekh Syamsuddin Muhammad dalam kitabnya al-Majalis al-Wa’dziyah Syarah Shahih Bukhari, Juz 2 halaman 50, menjelaskan, bahwa Nabi sangat menganjurkan umatnya untuk menebarkan kasih sayang terhadap semua makhluk hidup, baik hewan, tumbuh-tumbuhan, alam, maupun manusia.

Sayangilah orang bodoh dengan pencerahan ilmu. Sayangilah orang hina dengan kemuliaan. Sayangilah orang miskin dengan sedekah harta. Sayangilah anak-anak dan orang tua dengan cinta kasih. Sayangilah pendurhaka dengan kebijaksanaan dakwah. Dan sayangilah hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alam dengan sikap bijak dan kasih sayang.

Allah juga tidak membenarkan, bahwa Muslim itu untuk menebar kebencian. Sebagai Muslim, kita itu harus menghormati dan melindungi semua orang, baik Muslim maupun Non-Muslim. Di Indonesia, jika semua kalangan masyarakatnya saling menghormati pasti menjadi negeri yang harmonis.  

Dari menebar cinta ini, kita bisa mengambil hati orang lain agar ikut menebar cinta juga. Hal ini merupakan kita sebagai manusia saling menghormati dan menjaga satu sama lain. Sepatutnya kita membela Islam dengan cinta. Menggunakan cinta menuju jalan Tuhan. Berjuang melawan orang-orang yang radikal juga menggunakan cinta, sehingga mampu mewujudkan keharmonisan ini untuk Indonesia tercinta.

Oleh: Firman Maulana