Beberapa waktu lalu, ada peristiwa penolakan terhadap pemakaman jenazah pasien positif Covid-19. Peristiwa yang sama juga terjadi di sejumlah daerah. Terakhir, jenazah perawat RSUP dr.Kariadi Semarang ditolak untuk dimakamkan oleh masyarakat.

Peristiwa ini semakin menambah keprihatinan di tengah perjuangan para tim medis yang melawan virus corona. Ada stigma yang berkembang terhadap penderita Covid-19 atau bahkan mereka yang berada di garis depan menangani pasien virus corona. Alasannya, khawatir menjadi sumber penyebaran virus corona.

Munculnya pandemi Covid-19 menjadi sebuah permasalahan global. Virus ini membuat seluruh negara melakukan social distancing, bahkan melakukan lockdown demi menghilangkan penyebaran virus. Pandemi ini masih berlangsung dan belum memberikan sinyal kapan segera berakhir. Covid-19 bukan hanya menjadi tantangan di Indonesia, melainkan juga seluruh dunia.

Pemerintah Indonesia telah menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, untuk mengurangi jumlah korban yang terjangkit Covid-19 supaya tidak bertambah kasus positif virus Covid-19. Jumlah total saat ini, mencapai 118.7 orang, senin (10/8/2020). Data tersebut disampaikan oleh juru bicara tim gugus penanggulangan Covid-19.

Lalu, bagaimana respon kita terkait masalah Covid-19? Dan bagaimana kita mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari?

Perlu diketahui, bahwa Pancasila hadir sebagai ruh kepribadian bangsa yang mengingatkan masyarakat Indonesia harus bekerja sama serta bersatu melawan pandemi Covid-19. Sudah kewajiban kita bersama, agar kita mampu mengembalikan kondisi negara untuk menjalankan kehidupan secara normal kembali sebelum adanya virus corona. Covid-19 menimbulkan dampak yang luar biasa, baik secara ekonomi, sosial maupun psikologis, seperti banyaknya kematian dan kehilangan pekerjaan.

Kunci dalam menghadapi sebuah masalah hakikatnya bersatu tanpa memandang perbedaan antargolongan. Menyalahkan pemerintah tentu bukan suatu bagian dari karakter pribadi bangsa Indonesia. Karena sejatinya, prinsip dari implementasi Pancasila adalah menemukan solusi dan melalui kerja sama bangsa Indonesia.

Dalam mengamalkan nilai Pancasila, kita akan cepat mengatasi pandemi ini. Salah satunya, seperti mengamalkan sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang mengandung nilai religius, menjadi fondasi dalam kehidupan spiritual masyarakat. Kepercayaan kepada Tuhan merupakan fondasi terbesar dalam aspek kehidupan. Di saat pandemi Covid-19 ini, mengamalkan sila pertama dapat dilakukan dengan cara selalu berdoa dan berserah diri kepada-Nya untuk keselamatan, agar virus ini akan segera berakhir dari dunia. Jadi, sila pertama juga menjadi fondasi penguat di dalam diri manusia.

Oleh karena itu, walaupun Covid-19 masih merajalela di Indonesia, tidak menutup kemungkinan kita berhenti mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Alangkah baiknya kita saling membantu sesama saudara yang kesulitan. Bergotong royong untuk menjaga kebersihan dan menaati himbauan dan peraturan pemerintah untuk menanggulangi Covid-19.

Walhasil, Pancasila yang memuat nilai-nilai kemanuasiaan, sebaiknya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, karena tanpa adanya gotong royong dari setiap masyarakat Indonesia maka akan sangat sulit mengatasi Covid 19 yang bertambah.

Oleh: Ayu Astri Oktora